Para Pengelola Toko di Nagoya Batam Mengeluh, Barang kena Hold Biaya Kirim Langsung Dipotong 30 Persen

Suasana di dalam toko online shop di Nagoya, Batam.(suryakepri.com/purwoko)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Sejumlah pengelola toko online shop atau yang biasa melayani reseller di Nagoya, Kota Batam mengaku dalam kondisi dilema ketika sistem pengiriman belum fix.

Pada 29 Januari yang merupakan awal diterapkannya regulasi baru PMK 199 di kawasan FTZ Batam, para agen reseller ataupun pemilik toko masih menunggu sistem yang baru.

Beberapa pengelola toko online shop, seperti Pandora Collection, Sally Collection, dan lain-lain, mengaku pada Rabu (29/1) memang para reseller sangat minim yang menjalankan bisnisnya.

Baca: Nagoya Batam Jadi Pusat Pertokoan yang Mati Suri

Baca: Pemilik Toko Reseller di Batam Bungkam Terkait PMK 199, Takut Konsumen Kabur

Baca: Gabungan 12 Shio dan Feng Shui 2020, Macan Cari Pekerjaan Lain Biar Bahagia

“Reseller atau kita memang masih menunggu seperti apa aturan baru itu. Kita semua mengeluh, sepi. Bisa mati Nagoya,” kata Koh Lim, salah seorang pengelola toko online shop di kompleks Bumi Indah Nagoya, Batam.

Mengapa sepi? Menurutnya salah satunya karena adanya aturan yang berisiko membuat agen ataupun pemilik toko tekor jika sampai ditolak petugas BC.

Salah satu online shop di Nagoya, Batam menunggu denyut bisnis kembali normal.(suryakepri.com/purwoko)

“Kita biasa dropship tapi kita takut nanti barang hold, biaya kirim sudah langsung dipotong 30 persen. Jadi barang tidak terkirim, tapi kita kena potong biaya kirim,” katanya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.