Foto Ini Begitu Menyentuh; Perpisahan Tim Medis yang Akan ke Wuhan

Staf medis dari Shanghai menghadiri pelatihan medis di Wuhan, Provinsi Hubei tengah China, 25 Januari 2020. Sebanyak 136 staf medis dari Shanghai tiba di Wuhan pada Sabtu pagi. Setelah pelatihan medis, mereka yang berasal dari beberapa rumah sakit besar Shanghai akan bergabung dengan perang melawan virus corona baru. (Xinhua / Cheng Min)
Ilustrasi. Staf medis dari Shanghai menghadiri pelatihan medis di Wuhan, Provinsi Hubei tengah China, 25 Januari 2020. Sebanyak 136 staf medis dari Shanghai tiba di Wuhan pada Sabtu pagi. Setelah pelatihan medis, mereka yang berasal dari beberapa rumah sakit besar Shanghai akan bergabung dengan perang melawan virus corona baru. (Xinhua / Cheng Min)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Itu seperti hendak menuju medan pertempuran. Ketika orang-orang yang bertugas di garis depan akan berangkat, mereka memberikan ucapan selamat tinggal, pesan terakhir, pelukan terakhir.

Entah bisa pulang, entah tidak. Seperti prajurit dikirim ke medan tempur. Setiap hari di antara desingan peluru. Hidupnya bisa berakhir kapan saja.

Sama halnya dengan para petugas medis ini. Ketika orang berbondong pergi meninggalkan Kota Wuhan yang dilanda epidemi virus mematikan, mereka justru dikirim ke episentrum paling berbahaya.

Mereka, para petugas medis itu, akan menangani para pasien yang sekarat. Berhadapan, bahkan bersentuhan langsung dengan para pasien yang terpapar virus mematikan. Risiko terpapar sangat besar. Ini tentang pertaruhan nyawa.

Sudah terbukti ada beberapa dokter yang dilaporkan meninggal karena terserang novel coronavirus (2019-nCoV).

Di foto yang diabadikan Wang Fei, fotografer Xinhua, menangkap butiran air mata sang istri yang akan ditinggalkan suaminya, Lyu Jun.

Lyu Jun adalah seorang anggota tim medis yang bersiap berangkat ke Wuhan, Provinsi Hubei, mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya di Xinjiang Medical University di Urumqi, wilayah otonom Xinjiang Uygur di China barat laut, Rabu, 28 Januari 2020.

BACA: Pemerintah China Ingin Pulangkan Diaspora Hubei Secepat Mungkin

China sedang bertarung melawan virus yang terbukti menyebar sangat cepat dan telah menimbulkan ratusan korban jiwa. Sampai hari Jumat (31/1/2020) jumlah yang terpapar virus ini telah mencapai 9.356 orang.

Dilaporkan sudah 213 orang meninggal dunia. Dari 42 kematian terakhir, 30 di antaranya di Kota Wuhan.(*)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.