Kirim Tas, Sepatu dan Tekstil Keluar dari Batam, Berapa Pajak dan PPN-nya? Ini Penjelasan Kantor Pos

Aktivitas pengiriman barang di Kantor Pos Batam.(suryakepri.com/aini)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Penerapan PMK 199 sebagai regulasi baru di dalam wilayah FTZ Batam banyak memberikan dampak di dunia bisnis, terutama pusat perbelanjaan di Batam, Nagoya.

Sejumlah barang yang selama ini bisa dijual laris keluar daerah, kini harganya jatuh mahal ketika dikirim keluar daerah.

Ditambah dengan ongkos pengiriman, maka harga tidak lagi bersaing. Hal ini mengakibatkan ribuan pelaku reseller di Batam mati suri.

Baca: PMK 199 Diakui Bawa Dampak Penurunan Penjualan Secara Online di Batam

Baca: Puluhan Supir Taksi Konvensional Hadang Taksi Online di Mega Mall Batam

Baca: Money Changer di Batam Sepi Pengunjung Setelah Kabar Virus Corona

Bagaimana pemberlakuan pajak barang di Batam, yang merupakan wilayah FTZ?

Kepala Kantor Pos Batam, Masni G Augusta yang ditemui di kantornya menjelaskan, penerapan PMK 199 hanya diberlakukan untuk barang impor yang keluar dari FTZ.

“Untuk masuk tidak dikenakan pajak. Tapi saat keluar dari FTZ, ke kota manapun di seluruh Indonesia akan dikenakan pajak dan biaya masuk sesuai dengan kategori barang,” katanya lagi.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.