Hong Kong Konfirmasi Kematian Pertama Akibat Virus Corona

Tanda peringatan kesehatan terlihat di luar rumah sakit di Hong Kong setelah wabah virus corona baru. Foto diambil pada 3 Februari 2020. (Foto: Reuters / Tyrone Siu via CNA)
Tanda peringatan kesehatan terlihat di luar rumah sakit di Hong Kong setelah wabah virus corona baru. Foto diambil pada 3 Februari 2020. (Foto: Reuters / Tyrone Siu via CNA)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

HONG KONG, SURYAKEPRI.COM – Seorang pria telah meninggal di Hong Kong dan dikonfirmasi sebagai kematian pertama akibat virus corona baru (2019-nCov).

Ini adalah kematian kedua di luar daratan China. Kematian pertama adalah di Filipina.

Otoritas medis mengonfirmasi seorang pria berusia 39 tahun yang sedang dirawat karena virus itu meninggal pada Selasa (4/2/2020) pagi.

Pria itu adalah warga Hong Kong yang telah melakukan perjalanan bulan lalu, pusat penyebaran virus itu. Dia kembali ke rumah pada 23 Januari melalui jaringan kereta api berkecepatan tinggi.

Para pejabat mengatakan pria itu juga menderita diabetes, tetapi telah stabil sampai kondisinya tiba-tiba memburuk.

Mereka mengatakan penyebab pasti kematiannya tidak jelas dan kasus itu akan diserahkan kepada petugas pemeriksa mayat.

Hong Kong sekarang memiliki 17 kasus yang dikonfirmasi, kebanyakan dari mereka terinfeksi di Cina daratan.

Namun empat kasus diduga merupakan transmisi lokal, termasuk dua orang yang dikonfirmasi pada Selasa sore yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke China daratan baru-baru ini.

Chuang Shuk-kwan, dari Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong, mengatakan bahwa transmisi lokal harus diwaspadai karena ini bisa menular ke sesama warga Hong Kong.

“Kami tidak dapat mengesampingkan kemungkinan bahwa akan ada transmisi besar-besaran dalam waktu dekat. Jadi 14 hari ke depan sangat kritis,” katanya kepada wartawan.

Kematian itu terjadi sehari setelah pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengumumkan penutupan semua pintu masuk kecuali dua penyeberangan di perbatasan darat ke daratan Cina dalam upaya untuk menghentikan penyebaran virus.

Lam telah menolak desakan untuk menutup seluruh perbatasan, mengatakan langkah seperti itu akan “tidak tepat dan tidak praktis” serta “diskriminatif”.

Ada kemarahan publik yang meningkat atas tanggapan pemerintah terhadap wabah tersebut, dengan seruan untuk menutup perbatasan sepenuhnya – termasuk melarang penduduk daratan China terbang ke bandara internasional Hong Kong.

Pemogokan Dokter dan Petugas Medis 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.