Panduan Berburu Barang Branded di Batam, Boleh Dicoba Biar Tak Terjebak!

Kota Batam tetap menjadi buruan bagi para wisatawan yang ingin mencari barang-barang berharga tapi dengan harga
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Kota Batam tetap menjadi buruan bagi para wisatawan yang ingin mencari barang-barang berharga tapi dengan harga yang cukup di kantor.

Mulai dari produk elektronik, produk fesyen, hingga makanan ringan.

Namun, jika kita tidak memiliki strategi berbelanja khusus, harga yang kita dapatkan tidak akan jauh berbeda dibanding kota-kota lainnya.

Berikut tips-tips agar kita bisa berbelanja dengan harga murah.

Cek harga asli

Pertama, sebelum membeli kita harus mengetahui harga asli suatu barang di kota lain, misalnya Jakarta.

Ini penting, terutama saat kita hendak membeli produk elektronik.

Misalnya beli kamera, lihat dulu di Jakarta berapa harga kameranya.

Kalau yang dagang nawarinnya dengan harga sama dengan yang di Jakarta atau nggak beda jauh, bilang saja begini, di Jakarta saja harganya sekian, masa mau kasih harga sama.

Cara ini dianggap sebagai cara tawar menawar paling efektif, karena kita bisa mendapatkan barang resmi dengan harga jauh dibawah harga pasaran.

View this post on Instagram

Seorang warga Batam pelaku online shop curhat di medsos soal penerapan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 199/PMK.010/2019 tentang Ketentuan Kepabeanan, Cukai, dan Pajak atas Barang Impor Kiriman. Permenkeu itu sendiri akan berlaku pada 30 Januari 2020.⁣ ⁣ Emak-emak itu membuat seperti surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, Bea Cukai, dan pihak terkait⁣ ⁣ Berikut curhatan itu, yang diedit seperlunya oleh redaksi hanya untuk merapikan bahasa.⁣ ⁣ Bapak Presiden Joko Widodo, KPU Bea Cukai Tipe B Batam, dan pihak terkait Yang Terhormat, PMK 199 yg secara serentak berlaku di seluruh Indonesia akan berlaku mulai besok 30 Januari 2019, yang mengatur Bea Masuk, PPh dan PPn yang sebelumnya 75USD baru dikenakan cukai/pajak, sekarang hanya 3USD sdh dikenakan segala bentuk cukai dan pajak2 di atas.⁣ ⁣ Kondisi ini menyulitkan, bahkan sangat memberatkan bagi kami para pelaku usaha Online Shop di Batam. Karena seharusnya berdasarkan PMK tersebut bea masuk, PPH dan PPN itu dibayarkan pada saat barang masuk ke Indonesia dari luar negeri.⁣ ⁣ Namun kasus nya berbeda untuk Batam. Barang yang keluar dari Batam ke seluruh penjuru Indonesia dikenakan segala cukai dan pajak. Kenapa? Katanya secara kepabeanan Batam disamakan dengan Luar Negeri. Apakah itu fair?⁣ ⁣ Batam adalah Kawasan FTZ dan itulah keistimewaannya Batam. Bahwa pada saat barang masuk ke Batam tidak dikenakan pajak dan cukai. Namun pada saat mau keluar dari wilayah Batam baru dikenakan pajak.⁣ ⁣ Batam adalah Indonesia, Iya kan? Itu kenapa pemberlakuan PMK ini tidak seharusnya disamakan untuk Batam. Karena kita kirim barang dari Batam yang juga Indonesia ke kota-kota lain di Indonesia.⁣ ⁣ Tapi Pak, mudah-mudahan kami adalah warga negara yang Baik. Kami siap dan bersedia untuk bayar Pajak. Tapi semua harus jelas dan masuk akal juga Pak.⁣ ⁣ Pengenaan Pajak akibat dari PMK 199 di Batam ini adalah prematur dan rancu, menurut saya. Penerapan nya seperti apa seharusnya sudah jelas dulu baru diberlakukan. Jangan kesannya maksa.⁣ ⁣ Setahu saya yang awam ini, pemotongan Pajak harus dengan SSP, SPT, dan Bukti Potong Pajak. Bagaimana pelaksanaannya itu semua. Seharusnya ada sosialisasi lebih dahulu. Nah, itu ken

A post shared by suryakepri.com (@suryakepricom) on

Baca Juga: Pasar Seken Sengkuang Batam Terbakar, Warga Sempat Dengar Ledakan

Baca Juga: Cara Hemat Atasi Minyak Berbuih usai Menggoreng Telur, Agar Tidak Boros

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.