Cap Go Meh 2571, Malam Ini Kita Sembahyang Leluhur

Warga Tionghoa di Batam menjalankan ritual sembahyang leluhur, Jumat (7/2/2020) malam. Foto: Suryakepri.com/Alvin Lamaberaf
Warga Tionghoa di Batam menjalankan ritual sembahyang leluhur, Jumat (7/2/2020) malam. Foto: Suryakepri.com/Alvin Lamaberaf
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Warga Suku Thionghoa Batam menggelar sembahyang leluhur saat hari ke-15 atau Cap Go Meh 2571 (2020) di rumah dan tempat usahanya, Jumat (7/2/2020) sekitar pukul 18.30 WIB sampai selesai.

Waktu sembahyang terhadap leluhur biasanya dilakukan setiap bulan pada tanggal satu (Ce It) dan lima belas (Cap Go) penanggalan Imlek atau lunar.

Sembahyang Cap Go Meh seperti yang diamati SuryaKepri.com di rumah dan tempat usaha warga Thionghoa di Nagoya. Salah satunya di Kampung Bule, Nagoya.

Warga Thionghoa saat itu menyediakan makanan, minuman, buah-buahan, uang kertas, dan dupa. Semuanya ditaruh di wadah. Setelah siap, ritual sembayang leluhur dimulai.

Pertama dua batang dupa besar berwarna merah dibakar, setelah itu tiga dupa kecil. Beberapa lama kemudian membakar uang kertas.

“Kita malam ini sembayang leluhur. Besok pagi baru sembahyang di Vihara. Kita harus sering sembahyang kepada leluhur untuk mendapatkan berkat dan perlindungan,”kata Ahai Toko Melisa Kampung Bule.

Ahai menjelaskan, untuk sembayang leluhur dibutuhkan barang-barang seperti Papan Arwah yang saat ini jarang dipakai, dupa, dan Lilin, uang kertas, makanan dan minuman. Dan yang berhak melakukan sembahyang adalah anak laki-laki pertama (sulung).

“Anak sulung atau anak pertama laki-laki adalah pewaris sah untuk melaksanakan sembahyang leluhur gantikan ayahnya. Karena itu kedudukan anak laki-laki dalam upacara sembahyang leluhur sangat penting. Upacaranya sama semua,” jelas Ahai.(*)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.