Indonesia dan Australia Akhirnya Segel Perjanjian Dagang

SURYAKEPRI.COM - Indonesia dan Australia akhirnya menyegel perjanjian dagang, menyambut 'awal baru' dalam hubungan kedua negara.

Presiden Indonesia Joko Widodo (kiri) dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison di Canberra. (Foto: AP via SCMP)
Presiden Indonesia Joko Widodo (kiri) dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison di Canberra. (Foto: AP via SCMP)

CANBERRA, SURYAKEPRI.COM – Indonesia dan Australia akhirnya menyegel perjanjian kerja sama perdagangan, menyambut ‘awal baru’ dalam hubungan kedua negara.

Indonesia dan Australia mengumumkan rencana 100 hari pada Senin (10/2/2020) untuk mengimplementasikan kesepakatan perdagangan yang telah lama ditunggu.

Kedua negara menyambut “awal baru” untuk hubungan mereka yang terkadang naik-turun.

Kedua anggota ekonomi G20 berharap untuk memperdalam hubungan perdagangan yang saat ini bernilai US $ 12 miliar per tahun, di wilayah yang semakin didominasi oleh kekuatan ekonomi dan militer China.

Berbicara kepada parlemen Australia pada kunjungan kenegaraan yang penting, Presiden Joko Widodo menyebut kedua negara sebagai calon “Avengers” – “pasukan yang baik” bersatu untuk mengalahkan “musuh bersama” dan berbagi tantangan seperti proteksionisme, intoleransi, dan perubahan iklim.

Widodo mengatakan kunjungannya ke Australia menandai “awal baru dari hubungan baru” antara kedua negara.

Mantan pengusaha furnitur berusia 58 tahun itu disumpah untuk masa jabatan kedua, akhir tahun lalu, berjanji untuk memangkas angka kemiskinan di Indonesia, menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia.

Negosiasi sejak 2010