Bertambah 44, Pasien Corona di Kapal Pesiar Diamond Princess Jadi 247 Kasus

Kapal pesiar Diamond Princess yang kini buang sauh di perairan Jepang. Kapal ini membawa 3.600 penumpang. Sudah 247 orang penumpang dan awak terinfeksi virus corona. (Foto: scmp.com)
Kapal pesiar Diamond Princess yang kini buang sauh di perairan Jepang. Kapal ini membawa 3.600 penumpang. Sudah 247 orang penumpang dan awak terinfeksi virus corona. (Foto: scmp.com)

TOKYO, SURYAKEPRI.COM – Kasus infeksi virus corona (COVID-19) di kapal pesiar Diamond Princess bertambah 44, kini total infeksi menjadi 247 kasus.

Menteri Kesehatan Katsunobu Kato mengatakan pada hari Kamis (13/2/20200 44 kasus baru terdeteksi dari 221 tes yang baru dilakukan. Kasus baru terdiri atas 43 penumpang dan seorang awak. Selain penumpang, petugas karantina juga dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Saat ini kapal pesiar yang membawa 3.600 penumpang itu buang sauh di lepas pantai Jepang. Para penumpang dikarantina di dalam kapal tersebut, termasuk 78 warga negara Indonesia.

Masa observasi kesehatan akan selesai pada 19 Februari nanti, namun melihat perkembangan yang terjadi, tampaknya ini akan menjadi lebih lama.

Kato mengatakan, saat ini pihak berwenang ingin memindahkan para orang tua dari kapal jika hasil uji terbukti negatif. Mereka akan ditempatkan di penginapan yang ditunjuk pemerintah.

“Kami ingin memulai operasi, besok atau nanti,” kata Kato kepada wartawan. “Di kapal, ada yang sudah lanjut usia dan dengan kondisi sebagaimana sebelumnya. Ada juga yang harus tinggal di kamar tanpa jendela sampai masa inkubasi selesai [pada 19 Februari].”

“Kami akan melakukan … tes untuk mereka yang berisiko tinggi dan jika tes negatif, mereka yang ingin turun dapat pergi dan tinggal di fasilitas penginapan yang akan disiapkan oleh pemerintah.”

Diamond Proncess bertolak dari Hong Kong pada 25 Januari untuk perjalanan yang dijadwalkan berakhir pada 4 Februari. Tetapi, akibat ditemukannya kasus corona, kapal dilarang merapat ke pelabuhan dan telah buang sauh di perairan Jepang sejak 3 Februari.

Itu dilakukan setelah ditemukan seorang penumpang positif terinfeksi ketika turun di Hong Kong, bulan lalu.

Mereka yang dites positif virus baru telah dibawa keluar dari kapal ke fasilitas medis, tetapi kini muncul pertanyaan soal apakah karantina di kapal berfungsi? Ini karena jumlah kasus di atas kapal itu terus meningkat.

“Kami mengikuti panduan dari Kementerian Kesehatan Jepang mengenai rencana protokol pendaratan untuk menyediakan perawatan medis terhadap kasus-kasus baru ini,” demikian pernyataan Princess Cruises yang disampaikan oleh Direktur Humas Negin Kamali.

Meskipun diambil dari Diamond Princess,  Rebecca Frasure yang berusia 35 tahun, dari negara bagian Oregon, AS, tetap frustrasi.

Setelah didiagnosis terpapar virus, ia awalnya dibawa ke rumah sakit di Tokyo dan diisolasi dalam ruangan tertutup. Dia mengatakan gejalanya sudah hilang, meskipun dia tidak tahu kapan diizinkan pergi.

“Staf rumah sakit sama gelapnya dengan saya,” katanya. “Tidak ada yang bisa memberi tahu saya berapa lama saya akan berada di sini atau apa yang perlu dilakukan agar saya dibebaskan.”

Meskipun ada langkah-langkah ketat dalam protocol kesehatan, virus itu mungkin saja telah menyebar melalui area di dekat kapal – dan ini meningkatkan potensi menyebar ke orang lain.

Petugas Karantina Terinfeksi