Temukan 6 Kasus Corona, Vietnam Isolasi 10 Ribu Orang Dekat Hanoi

Hingga Kamis malam, terkonfirmasi 1.370 orang meninggal dan 60.384 orang terinfeksi virus corona baru (COVID-19) di China.

Polisi Vietnam berjaga di sebuah pos pemeriksaan di komune Son Loi di provinsi Vinh Phuc. (Foto: AFP via scmp.com)
Polisi Vietnam berjaga di sebuah pos pemeriksaan di komune Son Loi di provinsi Vinh Phuc. (Foto: AFP via scmp.com)

HANOI, SURYAKEPRI.COM – Pemerintah Vietnam isolasi beberapa desa berpenduduk sekitar 10 ribu orang dekat Ibukota Hanoi, Kamis (13/2/2020).

Vietnam isolasi total seluruh penduduk desa-desa itu setelah menemukan enam kasus coronavirus baru (COVID-19) di desa tersebut.

Isolasi terhadap komunitas Son Loi, sekitar 40km dari Hanoi, adalah karantina massal pertama di luar China daratan sejak virus tersebut mewabah di Wuhan, China tengah, akhir tahun lalu.

“Pada 13 Februari 2020, kami akan segera melaksanakan tugas isolasi dan karantina wilayah epidemi di komune Son Loi,” kata pernyataan kementerian kesehatan. “Lamanya karantina … adalah selama 20 hari”.

Son Loi adalah daerah pertanian yang terdiri dari beberapa desa.

Kementerian kesehatan sebelumnya mengatakan lima orang di Son Loi telah terinfeksi virus itu, dan pada hari Kamis melaporkan kasus keenam.

“Vinh Phuc memiliki jumlah kasus positif tertinggi di negara ini, tetapi penyakit ini belum menyebar ke daerah dan provinsi lain,” kata wakil ketua, Le Duy Thanh, kepada media setempat.

“Semuanya masih terkendali. Kami melakukan segala upaya dan percaya kami akan dapat menahannya.”

Pada hari Kamis, Vietnam mendirikan pos pemeriksaan di sekitar komune, menurut wartawan di Binh Xuyen, sebuah distrik di pinggiran Son Loi.

Petugas kesehatan yang mengenakan pakaian pelindung menyemprotkan desinfektan pada semua kendaraan di pos pemeriksaan. Pemerintah provinsi juga telah mendirikan toko untuk menyediakan makanan dan masker.

Penduduk desa Tran Van Minh mengatakan, pihak berwenang sudah menyarankan warga untuk menghindari keramaian.

“Ini berdampak buruk terhadap kehidupan,” katanya melalui telepon, seraya menambahkan bahwa banyak tenaga kerja bergantung pada pekerjaan di bidang konstruksi dan pengecatan rumah.

“Sekarang kita tidak bisa keluar dan bahkan jika kita tetap bekerja, tidak banyak klien sebagaimana sebelumnya.”

1.370 Korban Meninggal