Dampak Langsung Corona di Singapura – Pekerja asal Batam Menunda Pulang karena Belum Gajian

CBD masih tampak sibuk dengan pekerja kantor saat makan siang pada hari Rabu (12 Februari), restoran-restoran dan pengecer yang berlokasi di daerah tersebut mengatakan penjualan telah turun sejak awal minggu ini. (Foto: Rachel Phua).
CBD masih tampak sibuk dengan pekerja kantor saat makan siang pada hari Rabu (12 Februari), restoran-restoran dan pengecer yang berlokasi di daerah tersebut mengatakan penjualan telah turun sejak awal minggu ini. (Foto: Rachel Phua).

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Warga Batam yang bekerja di Singapura ada yang merasakan dampak langsung dengan wabah virus Corona di Singapura.

Di antara banyak warga Batam yang berstatus pekerja di Singapura kini terjepit.

Karena ketatnya pengaturan menyusul meningkatnya tingkat kewaspadaan Corona di Singapura pada level orange, perkantoran maupun lembaga-lembaga keuangan sangat membatasi kontak langsung dengan customer.

Baca: Dinas Pariwisata Kepri Gelar Sosialisasi ke Travel Agen, Batam Aman Virus Corona

Baca: Kirim Sepatu atau Tas Seharga Rp 120 Ribu dari Batam, Berapa Total Harus Dibayar? Ini yang Mencengangkan

Baca: Sempat Dikarantina Usai Datang Dari Singapura-Malaysia, Warga Tanjungpinang Ini Kini Tersenyum

Akibatnya banyak transaksi perusahaan yang terkendala sehingga berdampak langsung kepada uang gaji karyawan atau pekerja.

“Saudara saya masih di Singapura, tak bisa pulang. Soalnya belum gajian. Perusahaan di sana banyak yang belum bisa transaksi di bank-bank,” kata David, seorang warga Batam yang saudaranya bekerja di Singapura, Jumat (14/2).

David menuturkan, saudaranya yang bekerja di seberang berencana pulang pada Jumat siang. Namun ditunggu hingga sore, ternyata mengabarkan baru bisa pula pekan depan.