Ini Kronologi Kasus Hukuman UEFA Terhadap Pelanggaran FFP Manchester City

Bagian luar Stadion Etihad, markas Manchester City. (Sumber Foto: Livescore)
Bagian luar Stadion Etihad, markas Manchester City. (Sumber Foto: Livescore)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Masa depan Manchester City menjadi suram setelah asosiasi sepak bola Eropa (UEFA) menjatuhkan vonis larangan tampil dalam kompetisi Eropa selama dua musim. UEFA juga memberikan hukuman denda € 30 juta.

Sebagaimana dikutip dari Livescore.com, Sabtu (15/2/2020), UEFA menyatakan Manchester City terbukti melakukan pelanggaran serius terhadap peraturan Financial Fair Play (FFP).

Ini menandai akhir dari penyelidikan panjang terhadap urusan keuangan City, yang diluncurkan setelah serangkaian tuduhan yang dibuat media Jerman  Der Spiegel pada November 2018.

City membantah melakukan pelanggaran sepanjang proses dan segera mengumumkan niat mereka untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Berikut perjalanan kasus ini hingga vonis dijatuhkan terhadap klub milik milyuner Uni Emirat Arab itu.

November 2018: Tuduhan Football Leaks terungkap ke publik

Koran Jerman Der Spiegel membeberkan bahwa Manchester City terbukti melanggar aturan FFP.  Laporan Spiegel didasarkan atas informasi dari Football Leaks bahwa City melakukan kesepakatan sponsor senilai jutaan poundsterling dengan perusahaan-perusahaan Abu Dhabi, yang dimiliki oleh Sheik Mansour.

City diyakini menggunakan kekayaan pemiliknya dengan kesepakatan sponsof fiktif untuk memenuhi aturan keuangan FFP bahwa keuangan klub sehat dan menguntungkan.

Menanggapi tudingan itu, City menyarakan bahwa itu adalah upaya serius dan terorganisir untuk merusak reputasi klub.

November 2018: UEFA nyatakan penyelidikan FFP dapat dibuka kembali

UEFA mengatakan akan mempertimbangkan untuk membuka kembali penyelidikan 2014, yang membuat City didenda dan memaksa skuatnya dibatasi di Liga Champions, bila “informasi baru terbukti.”

“Kami sedang menilai situasi. Kami memiliki badan independen yang menanganinya. Segera Anda akan mendapat jawaban tentang apa yang akan terjadi dalam kasus ini,” kata Presiden UEFA Aleksander Ceferin.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.