Sensus Penduduk 2020: BPS Ganti Batak Mandailing Jadi “Mandailing” Saja

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Ada yang menarik dari Sensus Penduduk 2020. Badan Pusat Statistik (BPS) tidak lagi menggunakan “Batak Mandailing” pada kolom suku.  Kini menggunakan “Mandailing” saja.

Hal itu dikatakan Kepala BPS RI, Dr Suhariyanto, kepada media lokal di Sumatera Utara, Mandailing Online, yang dikutip Suryakepri.com, Sabtu (15/2/2020).

Pencantuman “Mandailing” ini merupakan perubahan dari sebutan “Batak Mandailing” yang terlanjur dicantumkan dalam kolom nama suku di Sensus Penduduk tahun 2010 lalu untuk kawasan Sumatera Utara.

Sebelumnya, pemuka pemuka etnis Mandailing di Sumatera Utara meminta pemerintah melalui BPS RI untuk menukar sebutan “Batak Mandailing” yang telanjur dicantumkan di SP2010 menjadi “Mandailing” saja di SP2020 dalam kolom nama etnis.

Permintaan pemuka pemuka etnis Mandailing itu dituangkan dalam Surat Penolakan tanggal 11 Februari 2020 ditujukan kepada BPS RI.

“Kami menegaskan bahwa pelabelan Batak Mandailing yang menimbulkan persepsi bahwa Mandailing merupakan sub-etnis Batak dengan istilah Batak Mandailing adalah sebuah kekeliruan fatal dalam memahami sejarah, identitas, dan budaya orang Mandailing” bunyi salah satu poin dalam surat penolakan itu.

Kepala BPS RI, Dr. Suhariyanto menyatakan bahwa untuk SP2020 ini sebutan “Mandailing” telah menggantikan sebutan “Batak Mandailing”.

Perubahan itu berdasar hasil diskusi BPS dengan pihak LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

“Saya sudah menerima info tersebut dan sudah mendiskusikan dengan LIPI. Daftar suku SP2020 sudah diperbaiki. Yang muncul adalah Mandailing,” kata Suhariyanto.

Dia juga menyatakan terimakasih kepada pemuka pemuka etnis Mandailing atas masukan yang disampaikan kepada BPS.(*)

Editor: Eddy Mesakh  | Sumber: Mandailing Online