Bukit Senyum Yang Melegenda (1): Siapa yang Menambahkan Kata “Senyum” Itu?

Pemandangan Kota Batam dari puncak Bukit Senyum, Batam. (Foto: Suryakepri.com/Alvin Lamaberaf)
Pemandangan Kota Batam dari puncak Bukit Senyum, Batam. (Foto: Suryakepri.com/Alvin Lamaberaf)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM – Sejak era 90-an silam, orang sudah menyebutnya Bukit Senyum. Sebuah bukit yang menjadi pemisah wilayah Batam Centre dan kawasan Jodoh-Nagoya.

Itu memang sebuah bukit, tetapi tak ada yang tahu dan memastikan siapa yang menambahkan kata “Senyum” pada bukit yang cukup terkenal di Kota Batam, Kepulauan Riau itu. Dari mana nama itu disematkan dan mengapa dinamakan demikian.

Dari cerita dan tuturan orang-orang sekitar yang hidup pada era itu, Bukit Senyum sebelumnya hanyalah kawasan hutan dipenuhi pepohonan. Itu menjadi tempat orang bersantai, menghirup udara segar sambil memandang panorama alam Kota Batam atau melepas pandangan jauh ke negeri seberang, Singapura.

Orang-orang yang sudah lama hidup di sekitar situ menuturkan bahwa Bukit Senyum senantiasa memberikan kesan ceria bagi setiap mereka yang menyinggahinya. Orang-orang pasti tersenyum di kala memandang gemerlap lampu Kota Batam dan gedung-gedung pencakar langit negeri Merlion di seberang lautan.

“Wowwwww indah sekali,”begitulah kesan pertama setiap orang yang datang ke Bukit Senyum.

Namun di saat itu, Bukit Senyum tak hanya alam yang memikat, di pagi, petang, dan pemandangan gemerlap lampu di malam hari. Tetapi juga kehidupan malam nan menggoda, ikut memeriahkan jalan dan lorong-lorong setapak.

Para perempuan malam berpoles make-up, berbusana sexy, dengan alas kaki bertumit tinggi menjadi daya tarik lainnya, atau bahkan perlahan menjadi daya tarik utama kala sang waktu beranjak malam.

Mereka Berjajar Sepanjang Jalan 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.