Menkeu Usulkan Pajak Minuman Bergula, Polusi Kendaraan, dan Plastik

Foto Ilustrasi minuman ringan
Foto Ilustrasi minuman ringan
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM  –  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyodorkan usulan untuk menarik pajak dari minuman bersoda dan mengandung gula, kendaraan yang mengeluarkan karbon dioksida, dan kantong plastik.

Pengenaan pajak itu, menurut Sri Mulyani, bertujuan mengendalikan konsumsi produk-produk tersebut demi menekan dampak negatif yang ditimbulkannya.

Tetapi proposal Sri Mulyani tersebut disodorkan ke DPR di tengah menurunnya penerimaan pajak negara lantaran pelemahan ekonomi.

Tahun lalu penerimaan pajak Indonesia mengalami kekurangan hampir US $ 15 miliar karena keuntungan perusahaan berkurang dan penurunan ekspor.

Usulan yang didosorkan kepada Komisi XI DPR adalah untuk memungut cukai mulai dari Rp1.500 – Rp2.500 (US $ 0,11-US $ 0,18) per liter untuk minuman manis dan gula buatan, seperti teh botol, kopi, minuman ringan berkarbonasi, dan minuman berenergi.

Tujuannya, kata Sri Mulyani, untuk mengurangi konsumsi minuman bergula dengan alasan bahwa prevalensi diabetes dan tingkat obesitas terus meningkat dalam dekade terakhir.

Sekitar 2 persen orang Indonesia berusia 15 tahun ke atas menderita diabetes pada tahun 2018, naik dari 1,1 persen pada tahun 2007. Sementara jumlah orang dewasa yang obesitas meningkat dari 10,5 persen pada 2007 menjadi 21,8 persen pada 2018.

Sri Mulyani juga mengajukan kembali proposal tahun 2017 untuk mengenakan pajak cukai Rp200 per kantong plastik, yang saat itu tidak disetujui parlemen. Retribusi ini, kata dia, meskipun kecil, dapat mengurangi konsumsi kantong plastik Indonesia menjadi 53.533 ton per tahun.

Ditolak Asosiasi Makanan dan Minuman 
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.