Negara G-20 Bahu-membahu Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi 3,3-3,4 Persen

Sri Mulyani di pertemuan G-20 di Riyadh. (Foto: Kemenkeu)
Sri Mulyani di pertemuan G-20 di Riyadh. (Foto: Kemenkeu)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

RIYADH, SURYAKEPRI.COM – Negara-negara anggota G-20 sepakat untuk bahu-membahu pertahankan target pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,3 -3,4 persen pada tahun 2020 dan 2021.

Menteri Keuangan RI (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, negara-negara anggota G-20 bersepakat menggunakan semua alat kebijakan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi global yang kuat, berkelanjutan, seimbang, inklusif, serta tahan terhadap downsize risk atau risiko pengurangan skala ekonomi.

Sri Mulyani menjadi delegasi RI dalam dalam pertemuan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 di Riyadh, Arab Saudi pada tanggal 22-23 Februari 2020 bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Pada tahun 2020 dan 2021, pertumbuhan global masing-masing diperkirakan mencapai 3,3 dan 3,4 persen.

Namun demikian, perbaikan pertumbuhan tersebut dibayangi oleh risiko ketegangan geopolitik, ketidakpastian kebijakan, dan virus Corona (Covid-19).

Penyebaran virus Corona diyakini akan berdampak ekonomi yang lebih besar dibandingkan ketegangan perdagangan global, karena dampak virus Corona menghantam berbagai lini ekonomi, baik dari sisi industri, perdaganan, investasi, dan pariwisata.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif stabil pada tingat 5 persen didukung oleh tingkat konsumsi yang stabil dan perbaikan iklim investasi.

Indonesia terus melanjutkan bauran kebijakan dengan mensinergikan kebijakan fiskal, moneter, dan struktural untuk mengatasi tantangan domestik dan global.

Saat ini, Indonesia sedang dalam proses pembahasan untuk penerbitan omnibus law yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan lapangan kerja dan meningkatkan investasi dengan sinergi penyederhanaan aturan.

Adapun agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi Global Economy (Ekonomi global), Enhancing Access to opportunities (Menambah akses pada kesempatan), Financial Resilience and Development (Ketahanan dan Pengembangan Keuangan), Infrastructure Investment (Investasi Infrastruktur), International Taxation (Perpajakan Internasional), dan Financial Sector Issues (Isu Sektor Keuangan).

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.