Petugas Bea Cukai Cek Barang Manual Satu per Satu Jadi Candaan Pebisnis Online di Nagoya Batam

toko collection di Nagoya, Batam menderita akibat pemberlkuan PMK 199.(suryakepri.com/alvin)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Pemilik toko online shop di pusat pertokoan Nagoya, Batam semakin menderita.

Dampak pemberlakuan PMK Nomor 199 Tahun 2019 semakin hari semakin menjepit mereka.

Tak hanya mitra reseller yang kini lesu, mereka pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi menjalankan bisnisnya karena ketidaksiapan pada sistem dan proses pengiriman oleh Bea Cukai.

Barang kiriman yang keluar dari Batam dicek satu per satu secara manual.

Baca: Dampak PMK 199 Pebisnis Jasa Ekspedisi di Batam Frustrasi: Pajak Dibayar Tapi Ribuan Paket Barang Tak Terkirim

Baca: Besok Musrenbang Tingkat Kecamatan Batam Kota, Mendagri Tito Sempat Bilang Ini

Baca: KPU dan Bawaslu Batam Masih Mengecek Dokumen Rian Ernest

“Masa cek satu per satu dari ribuan paket. Bagaimana kesiapan petugas Bea Cukai itu? Macam masih jaman dulu, seingat saya pada era 90-an sepeerti itu,” ungkap Evy seorang pengelola toko collection di Nagoya.

Mereka mencibir ketidaksiapan dan ketidakprofesionalan petugas saat regulasi baru diterapkan.

“Kemarin teman-teman pebisnis bilang gak tau mau mengadu ke mana dan apa maunya Menkeu,” kata pengelola toko lainnya, yang pada Senin (24/2) siang sama-sama curhat karena kondisi yang kian parah.

Kini para penjaga toko online shop atau collection di Nagoya lebih banyak nganggur. Sebab pembeli sepi.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.