PM Mahathir Mundur, Terjadi Kekacauan Politik di Malaysia

Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohamad. Foto: AFP via scmp
Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohamad. Foto: AFP via scmp
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

KUALA LUMPUR, SURYAKEPRI.COM –  Negeri tetangga Malaysia terjerumus dalam kekacauan politik baru setelah Perdana Menteri Mahathir Mohammad mengajukan pengunduran dirinya kepada Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, Senin (24/2/2020).

Partainya Mahathir, Partai Bersatu, juga mundur dari koalisi Pakatan Harapan yang berkuasa menyusul keretakan dengan Anwar Ibrahim.

Dalam pernyataannya, Kantor Perdana Menteri mengatakan Mahathir yang berusia 94 tahun mengirim surat pengunduran dirinya kepada raja konstitusional pada pukul 1 siang.

Sementara itu, Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM, atau Partai Adat Malaysia) menyatakan bahwa pihaknya meninggalkan blok yang berkuasa karena “perkembangan politik negara ini saat ini dan di masa depan”.

11 Anggota pemberontak Anwar dari Partai Keadilan Rakyat, termasuk saingan beratnya Azmin Ali – dipandang oleh sebagian orang sebagai pengganti Mahathir – juga mengumumkan mereka akan mundur dari partai, tak lama setelah pengumuman Mahathir. Anwar (72), dijadwalkan bertemu Sultan Abdullah, hari Senin ini.

Bursa Malaysia diperdagangkan melemah tiga persen di bawah harga penutupan Jumat, dan ringgit turun sekitar 2,5 persen setelah perkembangan itu.

Perkembangan itu terjadi hanya 21 bulan setelah koalisi menggelar kemenangan dramatis atas korupsi yang menodai blok Barisan Nasional yang telah berkuasa selama 61 tahun. Pada saat itu, kemenangan Mahathir bersama rival sebelumnya seperti, Anwar Ibrahim,  dirayakan sebagai kelahiran “Malaysia Baru”.

Pertempuran politik ini, bagaimanapun,telah dimulai segera setelah jajak pendapat 9 Mei 2018, dengan titik utama pertikaian adalah suksesi Mahathir yang telah berusia 94 tahun oleh Anwar.

Belum Pemilu 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.