China Selidiki EKs Napi Baru Keluar Penjara di Wuhan Bisa Lolos ke Beijing

Seorang pria yang mengenakan masker melintasi jalan di Wuhan, pusat wabah coronavirus baru, di Provinsi Hubei, China, 24 Februari 2020. (Foto: Reuters via CNA) 
Seorang pria yang mengenakan masker melintasi jalan di Wuhan, pusat wabah coronavirus baru, di Provinsi Hubei, China, 24 Februari 2020. (Foto: Reuters via CNA) 
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BEIJING, SURYAKEPRI.COM – Pemerintah China telah mengirim tim investigasi ke Wuhan, episentrum wabah Covid-19, setelah menerima laporan bahwa sebuah penjara melepaskan seorang tahanan yang terinfeksi virus bisa melakukan perjalanan ke Beijing.

Sebuah tim yang dipimpin oleh Kementerian Kehakiman, Mahkamah Agung, dan Kementerian Keamanan Publik, akan menyelidiki insiden tersebut, kata Komisi Urusan Politik dan Hukum Pusat Partai Komunis China melalui siaran pers, Kamis (27 Februari).

Laporan media mengatakan seorang mantan napi yang terinfeksi telah dibebaskan dari penjara wanita di Wuhan setelah menyelesaikan hukumannya. Anggota keluarga kemudian mengantarnya ke Beijing.

Laporan tersebut telah menyebabkan keributan, dimana netizen bertanya bagaimana perempuan itu keluar dari kota yang telah diisolasi selama lebih dari sebulan.

“Kami orang sehat terjebak di Wuhan dan dia bisa lolos dari isolasi paling ketat dalam kondisi demam?” seorang komentator mengatakan di Weibo, medsos sejenis Twitter di China.

“Dia pasti memiliki koneksi yang sangat bagus,” kata yang lain.

Seorang pejabat penjara provinsi Hubei mengatakan kepada The Beijing News pada hari Rabu bahwa tahanan itu telah dibebaskan secara sah. CDC Beijing mengonfirmasi eks napi itu terinfeksi virus, SARS-Cov-2.

Perempuan itu, yang bermarga Huang, sekarang dikarantina bersama tiga anggota keluarga, kata otoritas kesehatan di Beijing, Rabu. Dia adalah salah satu dari lebih dari 300 narapidana di penjara yang terinfeksi.

Penjara-penjara di seluruh negeri telah berada di bawah pengawasan yang lebih besar setelah kasus infeksi ditemukan.

Xiong Xuanguo, seorang wakil menteri kehakiman, mengatakan kepada wartawan pada bahwa penegak hukum setempat yang harus disalahkan. Kata dia, ada “celah” dalam upaya pencegahan dan pengendalian yang mereka lakukan.

Provinsi Hubei merevisi penghitungan infeksi baru setiap hari, dimulai minggu lalu, setelah gagal memasukkan lebih dari 200 kasus dari penjara, tetapi keakuratan datanya meragukan.

Ying Yong, ketua Partai Komunis Provinsi Hubei, meminta para pejabat untuk memperketat langkah-langkah pengendalian virus di penjara, pusat penahanan, pusat perawatan para pecandu narkoba, dan fasilitas umum lainnya.(*)

Penulis/Editor: Eddy Mesakh | Sumber: CNA

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.