Penumpang Gelap di Kapal Pesiar Diamond Princess

Kapal pesiar Diamond Princess yang kini buang sauh di perairan Jepang. Kapal ini membawa 3.600 penumpang. Sudah 247 orang penumpang dan awak terinfeksi virus corona. (Foto: scmp.com)
Kapal pesiar Diamond Princess yang kini buang sauh di perairan Jepang. Kapal ini membawa 3.600 penumpang. Sudah 247 orang penumpang dan awak terinfeksi virus corona. (Foto: scmp.com)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Sesuai jadwal, Diamond Princess akan berlayar selama 29 hari, bersandar sejumlah pelabuhan di berbagai negara, lalu memutari rute yang sama. Begitu seterusnya.

Membawa 3.711 orang, terdiri atas 1.045 awak dan 2.666 penumpang, kapal pesiar berbendera Inggris itu bertolak dari Singapura dan akan berakhir di Yokohama, Jepang. Kemudian kembali mengitari rute yang sama untuk kembali ke Singapura.

Sepanjang perjalanan, kapal telah berhenti di 14 pelabuhan, termasuk Kota Ho Chi Minh di Vietnam, Kobe dan Osaka di Jepang, Taipei di Taiwan, dan ke sejumlah tujuan, termasuk Hong Kong. Tak seorangpun menyadari ada “penumpang gelap” selain 3.711 penumpang dan awak.

Penumpang gelap itu diduga mendompleng seorang pria 80-an tahun dari Hong Kong. Pria tersebut baru-baru ini melakukan kunjungan singkat ke China daratan. Dia naik kapal tersebut pada 20 Januari di Yokohama, Jepang, lalu turun lima hari kemudian (25 Januari) di Hong Kong.

Tiba di Hong Kong, pria itu mengalami gejala batuk-batuk. Dirinya kemudian mendatangi fasilitas kesehatan untuk memeriksa kesehatannya. Ketika itulah dia dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19).

Tetapi, kapal pesiar itu telah melanjutkan pelayaran dan bersandar di Yokohama pada 3 Februari. Di kota itulah kapal tidak lagi melanjutkan perjalanan dan seluruh penumpang dan awak harus dikarantina selama 14 hari hingg1 19 Febaruari.

Tak seorangpun diperbolehkan turun dari kapal untuk mencegah virus menyebar ke darat dan mengakibatkan wabah di negeri Sakura.

Seluruh penumpang dan awak harus menjalani pemeriksaan dua hari sekali, dimulai pada 4 Februari. Hasil tes pertama, 10 orang dinyatakan positif terpapar Covid-19, terdiri atas: 2 orang penumpang Australia, 3 penumpang Jepang, 3 penumpang Hong Kong, satu penumpang AS, dan satu kru asal Filipina.

Dua hari kemudian, pada 6 Februari, bertambah 41 kasus positif terinfeksi. Korban bertambah lagi 66 kasus, tambah lagi 39 kasus baru, dan terus bertambah setiap kali dilakukan pengujian.

18 Februari atau sehari sebelum masa karantina berakhir, Kementerian Kesehatan Jepang mengumumkan tambahan 169 kasus baru.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.