Supply Chain untuk Industri di Batam Kian Terancam, Ini Usulan HKI Kepri

Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepulauan Riau, Tjaw Hioeng. (Foto: Suryakepri.com/Fernando)
Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepulauan Riau, Tjaw Hioeng. (Foto: Suryakepri.com/Fernando)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM –  Telah memasukki bulan Maret, ancaman terganggunya supply chain atau rantai pasokan global bagi perusahaan manufaktur di Batam semakin nyata. Ini tidak terlepas dari epidemi virus corona (Covid-19) yang belum tertangani.

Rantai pasokan adalah jaringan antara perusahaan dan pemasok untuk memproduksi dan mendistribusikan produk tertentu.

Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepulauan Riau, Tjaw Hioeng bahwa dari data yang ada, saat ini stok bahan baku perusahaan manufaktur, elektronik, dan beberapa perusahaan lainnya hanya dapat bertahan hingga akhir Maret.

Ancaman nyata ini juga mulai terlihat, setelah beberapa waktu lalu Innotek (Perusahaan penyuplai untuk camera module produk Apple) dan Samsung di Korea Selatan, secara resmi mengumumkan shutdown. Artinya perusahaan tersebut tidak berproduksi selama periode tertentu karena situasi memaksa.

“Sebelumnya hal ini telah kami sampaikan kepada Pemerintah Daerah dan juga BP Batam, dimana untuk suplai bahan baku industri, yang kebanyakan berasal dari China, sudah terhenti karena mereka di sana juga telah menutup diri untuk sementara,” paparnya saat ditemui di kawasan Batam Center, Rabu (04/03/2020).

Perlu Insentif dari Pusat 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.