Curhatan Warga Batam yang Diobservasi: Kasihan Anak Saya Tak Bisa Sekolah

Ruang Observasi di Asrama Haji Batam Centre dijaga oleh polisi, Selasa (3/3/2020). (Suryakepri.com/Fernando)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI. COM – Warga Batam yang menjalani observasi di Asrama Haji mengaku tak memiliki pemasukan selama menjalani masa observasi.

Pasalnya, selama menjalani observasi, mereka tak bisa menjalani pekerjaan seperti biasanya.

“Kalau masalah makan, tidak ada masalah. Cuma kami bingung saja, karena nggak bisa kerja. Sementara suami saya cuma buruh, kalau nggak masuk kerja, gajinya dipotong. Padahal kami harus menghidupi anak kami,” kata salah seorang warga yang diobservasi di Asrama Haji, Jumat (6/3/2020).

Tak hanya mengeluhkan terhentinya pemasukan, warga ini juga mengeluhkan nasib sang anak yang harus libur sekolah untuk sementara waktu.

“Kasihan juga anak saya nggak bisa sekolah. Tapi mau bagaimana lagi, ini harus dijalani sesuai standar kesehatan meskipun kondisi kami sehat,” katanya.

Warga ini menjelaskan, selama menjalani masa observasi di Asrama Haji, mereka hanya bersantai sembari menonton televisi yang disediakan oleh pihak Dinkes Batam.

Baca Juga: Polda Kepri Pastikan Rumah Sakit Khusus Penderita Corona Difasilitasi Peralatan Mutakhir

Setiap harinya, petugas kesehatan rutin memeriksa kondisi setiap warga.

“Setiap hari kami dicek kesehatan, tensi, suhu badan. Dan kami semuanya dalam kondisi sehat,” katanya lagi.

Baca Juga: Tabir Pembunuhan Pengusaha Tepung Terungkap, Agus Merasa Sakit Hati ke Syamsul Bahri

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.