Restoran di Batam Masih Tarik Pajak, Rudi: Tunggu Aturan Resmi dari Jakarta

Wali Kota Batam Muhammad Rudi memberikan keterangan pers di di lantai 3 Balairung Sari Gedung Bp Batam, Senin (2/3/2020) mengenai wacana penutupan pintu masuk jalur internasional ke Batam. (Foto: suryakepri.com/Fernando)
Wali Kota Batam Muhammad Rudi memberikan keterangan pers di di lantai 3 Balairung Sari Gedung Bp Batam, Senin (2/3/2020) mengenai wacana penutupan pintu masuk jalur internasional ke Batam. (Foto: suryakepri.com/Fernando)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Seorang warga bernama David mempertanyakan soal masih ditariknya pajak sebesar 10 persen oleh sebuah restoran di Batam. Padahal, katanya, pemerintah pusat telah membebaskan jenis pajak tersebut.

David mengeluhkan hal itu dengan menelepon ke program radio Halo Batam di 100.7 Batam FM, Rabu (11/3/2020) pagi.

Wali Kota Batam H Muhammad Rudi SE, MM langsung mengklarifikasi hal tersebut melalui saluran telepon ke radio yang sama.

Rudi mengakui hotel dan restoran di Batam masih menarik pajak daerah sebesar 10 persen tersebut, karena memang belum diterapkan.

Dia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Batam belum bisa menerapkannya karena masih menunggu aturan resmi dari pemerintah pusat.

“Kami masih menunggu aturan resminya dari pusat untuk dijadikan dasar. Kalau dari pusat sudah ada, kami akan bersurat kepada DPRD, selanjutya bisa langsung diterapkan,”jelas Rudi.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.