Siapapun Melanggar Dipenjara Dua Tahun:
Malaysia Lockdown, Muhyiddin; Kita tak Bisa Menunggu Lebih Buruk

Seorang pria mengenakan topeng di tengah kekhawatiran penyebaran virus corona baru di Saloma Link Bridge di Kuala Lumpur.(Foto: AFP via SCMP)
Seorang pria mengenakan topeng di tengah kekhawatiran penyebaran virus corona baru di Saloma Link Bridge di Kuala Lumpur.(Foto: AFP via SCMP)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

KUALA LUMPUR, SURYAKEPRI.COM – Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, memutuskan mengunci (Lockdown) negara itu selama dua minggu, berlaku mulai 18 Maret 2020.

Pria yang baru menjabat PM Malaysia yang baru dilantik pada 2 Maret itu menyatakan mengambil tindakan drastis karena tidak bisa menunggu situasi memburuk baru mengambil tindakan.

“Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi sehingga [situasi] menjadi lebih buruk … Ini adalah satu-satunya cara kita dapat mencegah lebih banyak orang terinfeksi oleh wabah yang dapat menghancurkan kehidupan.”

Siapa pun yang ditemukan melanggar perintah akan menghadapi dua tahun penjara, denda, atau keduanya.

Pelanggar kedua kalinya akan menghadapi hukuman lebih berat, hingga lima tahun penjara.

Negara itu melaporkan 120 kasus baru pada Selasa (17 Maret).  Menurut kementerian kesehatan Malaysia, 90 di antaranya terkait dengan pertemuan agama massal yang digelar bulan lalu.

Sebelumnya di Malaysia mengalami lonjakan 190 kasus selama akhir pekan dan 125 kasus pada hari Senin. Kini Malaysia mencatat 673 kasus positif Corona.

Bangsa ini juga mencatat kematian pertama akibat Covid-19 pada hari Selasa – yang dialami dua pria masing-masing berusia 34 tahun dan 60 tahun.

Pulang, Wajib Karantina 14 Hari

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.