Sunday, May 19, 2024
HomeLainnyaBisnisWarga Inggris Panik, Serbu Supermarket "Jarah" Kebutuhan Pokok

Warga Inggris Panik, Serbu Supermarket “Jarah” Kebutuhan Pokok

spot_img

LONDON, SURYAKEPRI.COM – Warga Inggris panik akibat wabah coronavirus desease (Covid-19), ramai-ramai serbu supermarket dan “menjarah” rak-rak hingga kosong.

Situasi ini mirip ketika Pemerintah Singapura menaikkan level Disease Outbreak Response System Condition’ (DORSCON) dari kuning menjadi orange pada awal Februari lalu.

Pasar swalayan di negeri Ratu Elisabeth pun telah meminta konsumen untuk lebih peduli dan menegaskan kembali bahwa mereka memiliki persediaan yang memadai.

Pengecer bahan makanan terkemuka di negara itu, termasuk Tesco, Sainsbury’s, dan Waitrose, menulis surat bersama kepada pelanggan, yang dimuat di surat kabar pada hari Minggu dan Senin (16 Maret) mengimbau masyarakat untuk tenang.

“Kami membutuhkan bantuan Anda,” tulis mereka. “Kami mengimbau semua orang untuk mempertimbangkan cara mereka berbelanja. Stok cukup untuk semua orang jika kita semua bekerja sama.”

Toko-toko Inggris telah dibanjiri pembeli selama lebih dari seminggu. Orang-orang panik membeli kertas toilet dan barang-barang tahan lama seperti pasta dan makanan kaleng.

Belanja online, pilihan populer di Inggris, telah terganggu, dengan waktu tunggu yang lama untuk pengiriman yang dijadwalkan dan beberapa situs web supermarket ‘hang’ karena tingginya permintaan.

Morrisons mengatakan pada hari Senin bahwa mereka akan menerapkan “batas pembelian sementara” pada produk-produk tertentu dengan permintaan tinggi, sambil meningkatkan pasokan bahan kebersihan dan makanan pabrikan.

Waitrose akan memperkuat stafnya dengan mengarahkan 500 karyawan dari department store John Lewis, yang merupakan bagian dari kelompok induk yang sama.

“Kami biasa meminta mitra di kantor pusat untuk secara sukarela membantu di toko-toko kami ketika banyak pembeli,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Helen Dickinson, kepala British Retail Consortium (BRC), mengatakan supermarket “bekerja sangat keras untuk menjaga toko-toko tetap berjalan baik dan pengiriman berjalan semulus mungkin”.

Dia mencatat ini terjadi “dalam menghadapi permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat coronavirus”.

Angka penjualan untuk bulan Maret belum tersedia, tetapi semua indikasi menunjukkan bahwa supermarket akan mencatat rekor penjualan.

BRC mengatakan pihaknya telah mengamati lonjakan penjualan ritel akhir Februari, terutama untuk makanan, karena krisis kesehatan mulai berdampak di seluruh Eropa.

Toko-toko non-makanan diperkirakan akan tenggelam lebih jauh ke dalam krisis yang sudah mempengaruhi sektor ini, bahkan sebelum krisis COVID-19 dimulai, karena banyak warga Inggris mengubah perilaku konsumsi mereka.(*)

Penulis/Editor: Eddy Mesakh | Sumber: CNA

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER