Dari Pengajuan Izin Dua Orang Ini, Gubernur Kepri Nurdin Basirun Dituntut 6 Tahun

Terdakwa kasus dugaan suap Penerbitan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisi dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Kepulauan Riau, Kock Meng meninggalkan ruangan usai pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (27/1/2020). JPU menuntut Kock Meng dengan hukuman dua tahun penjara denda Rp100 juta subsider enam bulan penjara. FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari/ama via Alinea
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Berawal dari pengajuan izin pemanfaatan ruang laut, Kock Meng dan Abu Bakar persoalan muncul. Jaksa KPK menuntut Nurdin Basirun 6 tahun penjara

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Gubernur Kepri nonaktif Nurdin Basirun akan mengajukan pembelaannya atau pleidoi pada awal April 2020 mendatang dalam idang di PN Tipikor Jakarta Pusat.

Nurdin dianggap terbukti menerima suap sebesar Rp 45 juta dan SGD 11.000.

Pemberian suap ini agar Nurdin Basirun selaku Gubernur Kepulauan Riau menandatangani Surat Izin Prinsip Pemanfaatan Laut atas nama pemohon Kock Meng seluas 6,2 hektare.

Baca: Suasana Haru, Gubernur Nonaktif Kepri Nurdin Basirun Dituntut Hukuman 6 Tahun 3 Bulan

Baca: ATB Bersama Ratusan Warga Gelar Shalat Istisqo’ Meminta Hujan

Baca: Sopir Taksi Meninggal Dalam Mobil Memiliki Riwayat Maag dan Asam Lambung Akut

Selain itu, Surat Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang Laut atas nama pemohon Abu Bakar seluas 10,2 hektare.

Bahkan jaksa menyatakan itu bagian dari rencana memasukkan kedua izin prinsip itu ke dalam daftar Rencana Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Pantai dan Pulau-Pulau Kecil (Perda RZWP3K).

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Gubernur nonaktif Kepulauan Riau, Nurdin Basirun itu dengan tuntutan 6 tahun penjara, serta denda Rp 250 juta subsider enam bulan.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.