Hotel di Batam Kian Merana Setelah Malaysia Lockdown dan Singapura Perketat Aturan Isolasi

"Semua tamu longstay dan weekly sudah pada check out sejak Minggu dan Senin lalu,” kata Dita, Branch Manager I Hotel Baloi.

Suasana di salah satu sudut Kota Kuala Lumpur, Malaysia, tampak sepi menyusul keputusan pemerintah melakukan lockdown untuk mencegah penularan virus corona. Ini juga berdampak terhadap tingkat hunian hotel di Pulau Batam yang merosot tajam. (Foto: Twitter)
Suasana di salah satu sudut Kota Kuala Lumpur, Malaysia, tampak sepi menyusul keputusan pemerintah melakukan lockdown untuk mencegah penularan virus corona. Ini juga berdampak terhadap tingkat hunian hotel di Pulau Batam yang merosot tajam. (Foto: Twitter)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Hotel-hotel di Batam merana sejak Pemerintah Singapura perketat aturan isolasi dan Malaysia mulai menerapkan lockdown atau penguncian terhadap pergerakan manusia.

Okupansi atau tingkat hunian kamar hotel di Batam saat ini melorot tajam dan kini hanya terisi 30 persen.

I Hotel Baloi, misalnya. Okupansi di city hotel ini hanya mencapai 30 persen setelah Pemerintah Singapura dan Malaysia memberlakukan aturan untuk mencegah penularan virus corona.

“Duh, kondisinya makin menyedihkan. Semua tamu longstay dan weekly sudah pada check out sejak Minggu dan Senin lalu,” kata Dita, Branch Manager I Hotel Baloi.

Dita mengatakan, penurunan tamu hotel sangat terasa sejak mewabahnya virus corona penyebab coronavirus desease (Covid-19).

Sejak awal mewabahnya virus di Wuhan, China, okupansi di hotelnya hanya 70 persen.

“Sejak ada kebijakan lockdown ini, makin menurun lagi, hanya tinggal 30 persen. Hanya sekitar 70-an kamar yang terisi dari total 200 lebih kamar yang ada. Itu pun dihuni oleh tamu longstay yang memang tidak bisa kembali ke negara asalnya sehingga sementara waktu mereka tetap berada di sini,” kata Dita.

Batal dan Tunda 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.