Jika Saat Ini Kepri Berlakukan “Lockdown”, Isdianto yang Pulang dari Jakarta Juga Mesti Dikarantina 14 Hari

Widiastadi Nugroho, anggota DPRD Kepri.(suryakepri.com/purwoko)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Sempat beredar kabar Pemerintah Provinsi Kepri mewacanakan semua pendatang di Batam dan Kepri yang berasal dari luar negeri maupun daerah di tanah air dengan status wilayah terjangkit, akan menjalani karantina selama 14 hari.

Masalah wajib karantina bagi pendatang dari daerah dalam negeri mendapat respons serius dari masayarakat.

Selain hal itu tidak strategis, cara preventif seperti pengecekan suhu, pemanfaatan bio thermal, dan sejenisnya masih bisa dilakukan.

Baca: Ustadz Abdul Somad Beri Pesan Khusus Terkait Corona, Ada Langkah-langkah Antisipasi

Baca: Suasana Haru, Gubernur Nonaktif Kepri Nurdin Basirun Dituntut Hukuman 6 Tahun 3 Bulan

Baca: Mobil Menyala Sejak Ashar, Seorang Sopir Taksi Meninggal dalam Mobil

Sebab jika memang ada lonjakan kasus di suatu daerah dipastikan akan dilakukan langkah pembatasan lokal sampai lockdown oleh pemerintah pusat.

Anggota DPRD Provinsi Kepri Widiastadi Nugroho mengungkapkan, karantina terhadap masuknya WNA yang berasal dari negara-negara terjangkit memang diperbolehkan, jika mengacu dari daftar realtime negara terjangkit, dan standar WHO.

Namun untuk mobilitas warga dalam negeri hal itu cukup merepotkan jika harus menjalani akrantina 14 hari.

“Kebijakan untuk membatasi warga negara dan daerah yang masuk dalam epidemi sebenarnya sangat bagus. Namun, kiranya harus lebih selektif lagi dalam penerapan di lapangan nantinya,” jelas Anggota DPRD Provinsi Kepri Widiastadi Nugroho,ST di Batam, Rabu (18/3).

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.