Status Lockdown di Malaysia, Pengusaha Ekspedisi dan Online Desak Cabut PMK 199

toko collection di Nagoya, Batam menderita akibat pemberlkuan PMK 199.(suryakepri.com/alvin)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Sejak diberlakukan status lockdown untuk Malaysia sejak, Rabu (18/03/2020).

Para pengusaha online shop dan pengusaha ekspedisi di Kota Batam, kembali menyuarakan mengenai pencabukan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 199 tahun 2019.

Seperti yang dikeluhkan oleh salah satu pedagang online, Saugi Sahab yang menyatakan kesulitan untuk mendapatkan produk jualan kembali bertambah dengan status lockdown Malaysia yang mulai berlaku pada hari ini.

“Sudahlah dengan PMK ini kami dipersulit, kini malah ditambah lagi dengan status lockdown di dua negara yang berdekatan dengan kita ini. Kita tahu bahwa beberapa produk jualan kami juga datangnya darisana,” ungkapnya, Rabu (18/03/2020).

Baca Juga: Sudah Tertimpa PMK 199, Batam Merana Terdampak Wabah Corona Singapura: Ojol Pun Terancam

Baca Juga: Dampak PMK 199, Ratusan Ton Paket Dari Lion Parcel Tertunda Pengiriman

Baca Juga: Dampak PMK 199 Pebisnis Jasa Ekspedisi di Batam Frustrasi: Pajak Dibayar Tapi Ribuan Paket Barang Tak Terkirim

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.