Kapal Masuk Tiap 3 Jam, Porter Pelabuhan Mengeluh Pendapatan Turun Drastis

Parkiran Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center sepi. (Foto: Suryakepri.com/Fernando)
Parkiran Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center sepi. (Foto: Suryakepri.com/Fernando)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Sepinya penumpang melalui Pelabuhan Internasional Batam Center, mulai dikeluhkan oleh porter pelabuhan yang sehari-hari beraktivitas di kawasan itu.

Salah satunya adalah Siregar yang telah menjadi porter pelabuhan sejak tahun 2011 silam.

Pria yang seharinya bisa membawa pulang uang sebesar Rp 300 ribu ini, kini hanya banyak menghabiskan waktu duduk di depan pelabuhan sambil merokok.

Selama berbincang dengan pria paruh baya ini, tampak matanya tidak terlalu mawas guna mengamati penumpang yang akan berangkat maupun penumpang yang datang melalui pelabuhan Internasional Batam Center.

“Ya mau gimana, lihat aja sendiri sepinya begini. Sekarang jadi banyakan nongkrong, ngopi, sama merokok dibandingkan bekerjanya,” ujar dia kepada Suryakepri.com,  Kamis (19/3/2020).

Sejak merebaknya isu coronavirus desease (Covid-19), Siregar mengakui bisa dapat Rp 50 ribu sehari sudah merupakan berkah yang sangat berarti.

Sebelum adanya lockdown yang diberlakukan oleh Pemerintah Malaysia, maupun pengetatan oleh Singapura, ia mengakui pemasukan sebagai porter di pelabuhan kebanyakan datang dari Warga Negara Asing (WNA) yang berkunjung ke Batam.

“Kadang banyaknya pemasukan kami juga dipengaruhi oleh pedagang, yang biasanya ambil barang dari Singapura untuk dijual kembali di sini. Kan bisa berkoper-koper tuh barang bawaan mereka,” lanjutnya.

Imbas PMK 199

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.