KILAS KEPRI
Nurdin Basirun Dituntut 6 Tahun hingga 8 Pemancing Ditangkap Aparat Malaysia

Suasana haru usai sidang tuntutan Nurdin Basirun di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (18/3).(suryakepri.com/ist)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Banyak peristiwa yang terjadi pada Rabu 18 Maret 2020 seperti yang dirangkum Suryakepri.com mulai dari Nurdin Basirun Dituntut 6 Tahun hingga 8 Pemancing Ditangkap Aparat Malaysia.

Berikut rangkuman peristiwa Rabu 18 Maret 2020 yang diulas kembali dalam Kilas Kepri:

Nurdin Dituntut 6 Tahun

Gubernur Kepri (nonaktif) Nurdin Basirun akan mengajukan pembelaan atau pleidoi atas tuntutan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum KPK dalam sidangnya, Rabu (18/3/2020).

Majelis hakim menjadwalkan pembacaan pledoi pada Rabu, 1 April 2020.

Dalam sidang tersebut, Nurdin Basirun dituntut selama 6 tahun tiga bulan penjara serta denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan.

Baca Juga: Pasangan Suami Istri di Anambas Terpaksa Diobservasi hingga Pemotor yang Terpanggang Ternyata Nakhoda

Baca Juga: RAMALAN ZODIAK CINTA BESOK, Jumat 20 Maret 2020, Aries Jangan Ragu, Leo Makin Dekat

Baca Juga: Cerita ABK Kapal Dihempas Angin Kencang hingga Mobil HR-V Terobos Lampu Merah

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai Nurdin terbukti menerima suap dan gratifikasi.

“Menuntut agar majelis hakim menyatakan terdakwa Nurdin basirun telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut,” ujar jaksa KPK Asri Irwan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu (18/3).

Jaksa menyebut Nurdin terbukti menerima suap Rp45 juta dan 11 ribu dolar Singapura. Suap buat memuluskan penerbitan izin pemanfaatan ruang laut di kawasan Kepri.

Suap diduga diterima pada April-Juli 2019. Uang rasuah itu berasal dari dua pengusaha, Kock Meng dan Johannes Kodrat. Kemudian, seorang swasta atau nelayan bernama Abu Bakar.

Nurdin juga dinilai terbukti menerima gratifikasi Rp4,2 miliar. Uang rasuah diduga berasal dari pengusaha yang meminta penerbitan izin pemanfaatan ruang laut.

Dosen FKIP Umrah Ciptakan Cairan Pembersih

Sejumlah dosen Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji (FKIP UMRAH) Tanjungpinang menciptakan cairan pembersih tangan untuk mencegah penularan Virus Corona.

Dekan FKIP UMRAH Abdul Malik mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kampus.

Namun demkkian dapat juga dikembangkan untuk kepentingan masyarakat mengingat sejak beberapa pekan terakhir cairan pembersih tangan sulit diperoleh masyarakat.

Baca Juga: RAMALAN ZODIAK CINTA HARI INI, Rabu 18 Maret 2020, Scorpio Harus Berani, Capricorn Luangkan Waktumu

Baca Juga: Dipatuk Ular, Nenek Rasilah Bingung Saat Petugas Puskesmas Menyuruh Datangi Kantor Polsek

Baca Juga: PNS di DPRD Karimun Ditangkap Nyabu, Polisi: Sudah Lama Makai

FKIP UMRAH pada prinsipnya juga menginginkan karya dosen-dosen itu dapat dimanfaatkan masyarakat, terutama untuk mencegah penularan Covid-19.

Karena itu, FKIP UMRAH siap bekerja sama dengan organisasi kemasyarakatan agar cairan pembersih tangan ini dapat dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

“Kita butuhkan bahan dasar, yang mulai sulit diperoleh di pasar. Dosen-dosen kami siap berbagi pengetahuan, dan mengabsi untuk kepentingan masyarakat,” kata Abdul Malik dalam siaran persnya diterima Suryakepri.com, Rabu (18/3/2020).

8 Pemancing Ditangkap Aparat Malaysia

Nasib apes tengah merundung 7 pemancing Karimun dan 1 asal Batam, Kepulauan Riau.

Tengah asyik menyalurkan hobi memancing, justru 8 pemancing itu berakhir di balik jeruji besi negara Malaysia.

Tujuh pemancing itu merupakan warga Pulau Bahan, Desa Keban, Kecamatan Moro, Karimun.

Sementara satu orang warga Setokok, Kota Batam.

Delapan pemancing itu ditenggarai hanyut saat mancing hingga masuk ke dalam perairan teroterial Kerajaan Malaysia pada 10 Maret 2020 malam.

“Kabarnya mereka mancing lalu hanyut hingga masuk ke perairan Malaysia. Tujuh warga Pulau Bahan, Desa Keban, Kecamatan Moro, satu orang warga Batam, Setokok,” kata anggota DPRD Karimun, Samsul, Rabu (18/3/2020) malam.

Sesama berasal dari Kecamatan Moro, Samsul turut mempertanyakan nasib delapan pemancing itu.(*)

Editor: Ucu Rahman

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.