Ular Piton dan Cobra dari Banjir Jabodetabek Dilepasliarkan di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Berbagai jenis ular dilepasliarkan oleh KLHK di Taman Nasional, Jumat (20/3).(foto/KLHK)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Ular-ular piton atau sanca yang tertangkap pada saat banjir di wilayah Jabodetabek beberapa waktu lalu kini telah dilepaskan ke habitat asli.

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Ular berbagai jenis dilepasliarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sebanyak 23 jenis ular itu dilepasliarkan di kawasan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Sebagaimana rilis yang disampaikan Jumat (20/3), pelepasan itu dilakukan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta, Balai TNGHS dan Forum Komunikasi Kader Konservasi (FK3I) Jakarta.

Baca: Video Ular Anaconda Sepanjang 15 Meter, Katanya Lagi Seberangi Sungai Amazone

Baca: Ini Dia Ular Terpanjang di Dunia versi Guinness World Records

Baca: Cerita Pekerja Proyek RS Khusus Corona di Camp Vietnam, Didatangkan dari Jawa dan Andalkan Upah Lembur

Jenis ular itu terdiri dari 21 Ekor ekor ular piton atau sanca batik (Python reticulatus) dan 2 ekor ular cobra (Naja sputatrix).

Ular-ular yang dilepas ke habitat asli ini merupakan penyelamatan satwa pada saat terjadi bencana banjir di wilayah Jabodetabek beberapa waktu lalu.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Indra Exploitasia, menegaskan pelepasliaran ini merupakan bagian program penguatan konservasi in-situ.

Ini mengacu pada ketentuan pelepasliaran guna mendukung penguatan populasi spesies target dan upaya keseimbangan ekosistem di wilayah TNGHS.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.