Home Batam Pasien Covid-19 Meninggal di Batam Belum Tercatat di Data Nasional

Pasien Covid-19 Meninggal di Batam Belum Tercatat di Data Nasional

dr Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19  
dr Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19  
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM –  Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB belum memasukkan kematian pasien positif Covid-19 di Batam ke dalam data nasional.

Data terakhir yang dirilis BNPB menyebutkan jumlah pasien meninggal pada hari Minggu (22/3/2020) sebanyak 10 orang di empat provinsi. Itu masing-masing Bali (1 pasien), Banten (1), DKI Jakarta (6), dan Jawa Barat (2).

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr Achmad Yurianto dalam jumpa pers pada hari Minggu mengumumkan bahwa angka kematian bertambah 10 orang menjadi 48 orang.

Tetapi sebenarnya jumlah pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 pada hari Minggu (22 Maret) adalah 11 orang, jika ditambahkan pasien yang meninggal di Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Sehingga total kematian secara nasional sebenarnya adalah 49 orang.

 

dr Achmad Yurianto, yang akrab disapa Yuri, juga mengumumkan data tambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia, dimana terjadi penambahan 64 kasus baru menjadi 514 kasus.

“Ada penambahan kasus yang sembuh, sudah dua kali dites hasilnya negatif sebanyak sembilan orang, menjadi 29 orang,” ujar Yuri.

Penambahan kasus sebanyak 64 kasus baru tersebut berasal dari DKI Jakarta (40 kasus), Jawa Barat (4 kasus), Jawa Tengah (1 kasus), Jawa Timur (15 kasus), Kalimantan Selatan (1 kasus), Maluku (1 kasus), dan yang terbaru adalah Papua (2 kasus).

Dia menambahkan data tersebut sudah diserahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi untuk kemudian dilanjutkan ke rumah sakit, untuk lanjutan layanan rumah sakit. Kemudian diberikan kepada dinas setempat untuk kepentingan penelusuran kontak.

“Informasi ini sudah dilaporkan kepada masing-masing kepala daerah,” kata Yuri.

Dengan melihat data kasus yang terus naik tersebut, Yuri kembali mengingatkan pentingnya melakukan pembatasan sosial berbasis komunitas.

Dalam hal ini pemerintah berharap masyarakat saling mengingatkan dan mengawasi.

Semua harus berperan dalam penanganan pandemi ini, tidak bisa hanya pemerintah saja, melainkan butuh sinergitas dari seluruh komponen dan utamanya masyarakat itu sendiri.

Beberapa pembelajaran baik sudah didapatkan dari beberapa kasus. Pemerintah juga sedang menyiapkan rumah sakit tambahan, “screening” tes dengan menggunakan rapid test. Obat-obatan yang akan digunakan sudah dimiliki.

“Namun sekali lagi, obat-obatan ini atas resep dokter, atas indikasi yang diberikan oleh dokter. Tidak dibenarkan untuk disimpan sendiri dan diminum dalam rangka pencegahan. Karena upaya pencegahan dilakukan dengan minum obat tertentu,” jelas dia.

Yuri mengingatkan upaya membatasi kontak adalah cara pencegahan terbaik. Kemudian menjaga imunitas diri agar tetap sehat dan melakukan aktivitas di rumah.

Belasungkawa Atas Kematian Tenaga Medis

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.