Pandemi Covid-19:
Hari Ini Jumlah Kematian di Spanyol Telah Melampaui China

Foto historis bangsal Camp Funston, Kansas, memperlihatkan banyak pasien tentara Amerika Serikat yang menderita akibat terserang flu Spanyol, yang belakangan diketahui merupakan wabah flu burung atau H1N1. Wabah tersebut menelan korban jiwa sebanyak 50 juta orang di seluruh dunia. Sumber: PBS, Majalah Smithsonian
Foto historis bangsal Camp Funston, Kansas, memperlihatkan banyak pasien tentara Amerika Serikat yang menderita akibat terserang flu Spanyol, yang belakangan diketahui merupakan wabah flu burung atau H1N1. Wabah tersebut menelan korban jiwa sebanyak 50 juta orang di seluruh dunia. Sumber: PBS, Majalah Smithsonian
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Setelah Italia, yang kini telah mencatat angka kematian dua kali lipat dari China, kini giliran Spanyol mencatat angka kematian melewati China yang merupakan awal merebaknya wabah virus corona.

Per hari ini, Rabu (25/3/2020), Spanyol mengonfirmasi angka kematian mencapai 3,434 orang dari total 47,610 pasien. Itu telah melewati total kematian di China sebanyak 3,285 orang dari total 81,661 kasus positif.

Spanyol mengalami tren seperti yang dihadapi Italia. Saat ini Italia mencatat  69,176 kasus positif corona dengan 6,820 kematian.

Korban virus korona Spanyol di Spanyol mengungguli China pada Rabu (25 Maret), naik menjadi 3.434 setelah 738 orang meninggal dalam 24 jam terakhir.  

Lonjakan angka kematian di Spanyol terjadi setelah memasuki hari ke-11 sejak penguncian/lockdown untuk menekan penularan virus corona di negeri itu.

Jumlah Kasus dan Kematian Akibat Covid-19 

NoNegara Jumlah KasusJumlah Kematian 
1Italia69,1766,820
2Spanyol47,6103,434
3China81,2183,281
4Iran27,0172,077
5Prancis22,3001,100
6USA53,005711
7Inggris8,077422
8Belanda5,560213
9Jerman31,554149
10Korea Selatan9,137120
11Belgia3,74388
12Swiss8,83686
13Austria5,28230
14Norwegia2,56610
15Australia2,4238

Sumber: CSSE Johns Hopkins University, Rabu  (25/3/2020)

Angkatan bersenjata Spanyol pada hari Selasa meminta bantuan kemanusiaan dari NATO untuk membantu mereka memerangi virus corona karena jumlah kematian dan infeksi yang terus meningkat.

Seperti banyak negara lain, Spanyol telah berjuang keras akibat kurangnya pasokan medis untuk pengujian, perawatan, dan perlindungan bagi pekerja medis di garis depan.

Dalam sebuah pernyataan, NATO mengatakan militer Spanyol telah meminta “bantuan internasional”, mencari pasokan medis untuk membantu mengekang penyebaran virus, baik di militer maupun pada populasi sipil.

Spanyol meminta 450 ribu respirator, 500 ribu kit pengujian cepat, 500 ventilator, dan 1,5 juta masker bedah.(*)

Penulis/Editor: Eddy Mesakh | Sumber: CSSE Johns Hopkins University, CNA

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.