Indonesia Kekurangan Tempat Tidur Rumah Sakit, Staf Medis, dan Fasilitas ICU

Presiden Jokowi Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, yang dijadikan rumah sakit (RS) darurat penanggulangan wabah virus korona atau Covid-19, pada Senin, 23 Maret 2020. Foto: Kemensetneg
Presiden Jokowi Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, yang dijadikan rumah sakit (RS) darurat penanggulangan wabah virus korona atau Covid-19, pada Senin, 23 Maret 2020. Foto: Kemensetneg
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Indonesia memiliki 12 tempat tidur per 10.000 orangdan empat dokter per 10.000 orang. Bandingkan dengan Italia yang 10 kali lipat lebih banyak.

Selain defisit signifikan jumlah tempat tidur rumah sakit dan staf medis, Indonesia juga kekurangan fasilitas perawatan intensif (ICU).

Oleh karena itu, para pakar kesehatan memperingatkan bahwa Indonesia bisa menjadi episentrum baru pandemi virus corona.

Para pakar kesehatan mengatakan Indonesia menghadapi lonjakan kasus pasien positif Covid-19 karena respons lambat pemerintah dan menutupi skala wabah di negara terpadat keempat di dunia ini.

Hingga Rabu (25/3/2020), Indonesia telah mengonfirmasi 790 kasus dan 55 kematian. Itu merupakan angka kematian tertinggi di Asia Tenggara.

Bahan dalam dua hari berturut-turur, Selasa – Rabu (24-25 Maret 2020), terjadi penambahan kasus baru di atas angka 100; masing-masing 106 dan 105 kasus baru.

Sebuah studi oleh Pusat Pemodelan Matematika untuk Penyakit Menular yang berbasis di London yang dirilis pada hari Senin, memperkirakan bahwa sedikitnya 2 persen dari infeksi virus korona di Indonesia telah dilaporkan.

Dari angka itu, diperkirakan jumlah sebenarnya telah mencapai 34.300, atau sudah lebih tinggi dari Iran yang saat ini memiliki 24,811 kasus positif.

Pemodel lain memproyeksikan bahwa Indonesia bisa mengalami lonjakan kasus hingga 5 juta di ibukota, Jakarta, pada akhir April di bawah skenario terburuk.

“Kami telah kehilangan kendali, itu telah menyebar di mana-mana,” kata Prof. dr. Ascobat Gani, MPH, Dr.PH, seorang ekonom kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia mengatakan kepada Reuters.

“Mungkin kita akan mengikuti Wuhan atau Italia. Saya pikir kita berada dalam kisaran itu,” ujar Ascobat Gani.

Tetapi pemerintah mengatakan dampak virus corona di Indonesia tidak akan separah itu.

“Kami tidak akan seperti itu,” kata dr Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah untuk Covid-19, merujuk perbandingan dengan wabah di Italia dan China.

“Yang penting adalah kita mengerahkan orang-orang … mereka harus menjaga jarak,” katanya.

12 Tempat Tidur dan 4 Dokter per 10 Ribu Orang  

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.