BP Batam Akan Upayakan Rekayasa Hujan, Proses Lelang Pipa untuk Dam Tembesi Juga Diungkapkan

WTP Tanjungpiayu Batam (ist)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – BP Batam menyatakan bekerja sama dengan TMC/ Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT sedang membuat rekayasa hujan.

Usaha ini diharapkan akan menambah durasi curah hujan di Daerah Tangkapan Air DTA Waduk terutama pada April dan Mei mendatang.

Alternatif ini diupakan untuk menghindari penggiliran atau rationing air di Batam menyusul kritisnya air baku di waduk penyangga utama air baku di Batam akhir-akhir ini.

Baca: Penggiliran Air di Batam Belum Disetujui, ATB Diminta Evaluasi Sistem Pengambilan Air Baku

Baca: Diduga Korsleting Listrik, Satu Unit Rumah Terbakar di Bintan Timur

Baca: Trik Olahraga di Rumah Biar Tubuh Tetap Prima

Penundaan rationing kembali dilakukan dari skenario awal yang telah direncanakan ATB Batam.

Usaha lainnya BP Batam menyatakan akan melakukan pembersihan enceng gondok yang berada di genangan waduk menggunakan alat harvester.

Pihak BP Batam menyatakan saat ini sudah membersihkan enceng gondok di area puluhan hektar.

“Intinya, BP Batam ingin masyarakat dapat menggunakan air dengan cukup, namun tentunya dengan hemat dan bijak, sambil kita berdoa Batam segera diguyur hujan kembali agar tidak ada pilihan rationing,” harap Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam Binsar Tambunan, dalam konferensi pers yang dilakukan di Kantor BP Batam, Kamis (26/3).

Badan Pengusahaan (BP) Batam menilai ketersediaan air baku Waduk Duriangkang saat ini masih tersedia dalam jumlah yang cukup.

Air baku dinilai masih cukup untuk memenuhi kapasitas produksi WTP Duriangkang dan Tanjung Piayu.

Data ini sekaligus menanggapi pernyataan ATB Batam selaku pengelola air bersih di Batam yang menyatakan kini kondisi waduk sudah berada di titik kritis.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.