Jumlah Kematian di Italia Lewati 7.500 Orang, Global Sudah 20,418

Petugas membawa keluar jenazah dari instalasi pemulasaran jenazah di Madrid, Spanyol. Spanyol adalah negara kedua dengan angka kematian tertinggi setelah Italia akibat wabah Covid-19. (Foto: AFP via SCMP)
Petugas membawa keluar jenazah dari instalasi pemulasaran jenazah di Madrid, Spanyol. Spanyol adalah negara kedua dengan angka kematian tertinggi setelah Italia akibat wabah Covid-19. (Foto: AFP via SCMP)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

ROMA, SURYAKEPRI.COM –  Sebanyak 680 orang meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona di Italia dalam 24 jam terakhir. Itu menjadikan total kematian di negeri itu mencapai 7,503 orang per hari Rabu atau Kamis (26/3/2020) waktu Indonesia.

Badan Perlindungan Sipil mengungkapkan kekhawatiran wabah penyakit ini menyebar ke arah selatan negara itu.

Korban yang meninggal hari ini bertambah 683 pada hari Rabu. Itu lebih rendah dari lonjakan 743 pada hari Selasa. Tetapi ini merupakan angka kematian harian tertinggi ketiga sejak wabah merebak di wilayah utara Italia pada 21 Februari.

Angka kematian di Italia telah jauh melampaui negara manapun. Wilayah utara Lombardy, yang paling parah terkena dampaknya, menunjukkan penurunan tajam dalam jumlah kematian dan kasus infeksi baru pada hari Rabu.

Hal itu meningkatkan harapan bahwa epidemi mungkin melambat di episentrum aslinya.

Jumlah Kasus Positif Covid-19 dan Angka Kematian

Negara Jumlah Kasus Kematian 
China Daratan81,2853,287
Italia74,386         7,503
USA54,381734
Spanyol47,6103,434
Jerman31,554149
Iran27,0172,077
Prancis25,2331,331
Swiss9,765103
Inggris9,529422
Korsel9,137126
Belanda6,412356
Indonesia79058

Sumber: CSSE John Hopkins University, Kamis (26/3/2020)

Namun, optimisme itu dihantam oleh peringatan dari selatan, dimana angka penularan dan kematian terus meningkat dan dapat membanjiri fasilitas kesehatan. Sementara wilayah selatan Italia memiliki fasilitas kesehatan yang lebih minim dibandingkan utara yang lebih kaya.

“Pada titik ini ada kemungkinan nyata bahwa tragedi di Lombardy akan terulang di selatan,” kata Vincenzo De Luca, presiden wilayah Campania di sekitar Naples, melalui surat terbuka kepada Perdana Menteri Giuseppe Conte.

Dia mengeluhkan bahwa pemerintah pusat telah gagal menyediakan ventilator pernapasan dan peralatan medis lainnya yang telah dijanjikan bagi Campania.

Sejauh ini telah ada 74 kematian di Campania, wilayah selatan yang paling parah terkena dampaknya. Wilayah tengah Lazio, di sekitar ibukota Roma, telah mencatat 95 kematian.

Jumlah total kasus yang dikonfirmasi di Italia naik menjadi 74.386 dari sebelumnya 69.176, kata Badan Perlindungan Sipil.

Kenaikan 7,5 persen adalah yang terendah sejak wabah dimulai, tetapi sekarang hanya orang sakit yang sedang diuji.  Kepala agensi, Angelo Borrelli, mengatakan minggu ini bahwa jumlah infeksi sebenarnya mungkin 10 kali lipat dari yang tercatat secara resmi.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengimbau oposisi untuk mendukung upaya pemerintah dan menghentikan serangannya terhadap penanganan krisis sampai selesai.

“Akan ada waktu untuk semuanya, tetapi sekarang adalah waktu untuk bertindak dan menjalankan tanggung jawab,” katanya.

Conte setuju untuk memperluas sektor produksi yang akan ditutup sementara karena tidak dianggap penting untuk rantai pasokan bagi negara.(*)

Penulis/Editor: Eddy Mesakh   | Sumber: Reuters, CNA

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.