Yuk Simak 7 Poin Fatwa MUI Kepri Soal Shalat, Salah Satunya Tentang Shalat Jumat

Wakil Ketua Umum MUI Kepri, Bambang Maryono membacakan hasil sidang fatwa MUI Kepri yang dilakukan Rabu (25/3/2020).(Foto: Suryakepri.com/Nando)
Wakil Ketua Umum MUI Kepri, Bambang Maryono membacakan hasil sidang fatwa MUI Kepri yang dilakukan Rabu (25/3/2020).(Foto: Suryakepri.com/Nando)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Riau, mengeluarkan fatwa mengenai perubahan shalat berjamaah, dan shalat Jumat yang wajib bagi umat muslim.

Adanya hal ini menjadi pembahasan utama dari rapat gabungan komisi fatwa MUI Kota Batam, dan Provinsi Kepri yang dilaksanakan di Nagoya Mansion, Rabu (25/03/2020) sore.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Umum MUI Kepri, Bambang Maryono didampingi bersama seluruh pengurus MUI Kota dan Provinsi membacakan hasilnya.

“Rapat fatwa yang kami lakukan hingga sore ini, menghasilkan tujuh poin fatwa yang wajib dilaksanakan oleh umat muslim di Kepri,” tuturnya.

Dari ketujuh poin ini, salah satunya meminta agar seluruh pengelola masjid untuk Kepri untuk meniadakan shalat Jumat, yang hanya berlaku bagi Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang.

Hal itu berlaku hingga adanya pemberitahuan lanjutan dari Pemerintah Pusat bahwa menyatakan kondisi normal.

Bambang juga menyampaikan bahwa para jamaah, dapat menggantinya dengan melaksanakan Shalat Dzuhur di kediaman masing-masing.

“Dalam poin berikutnya, seluruh pengelola masjid dan mushala juga tidak menyelenggarakan shalat lima waktu secara berjamaah,” lanjutnya.

Namun Bambang juga menuturkan untuk Murotal, Tahrim, dan Adzan tetap dikumandangkan sebagai Syiar Islam, dan jamaah diminta tetap melaksanakan shalat lima waktu di kediaman masing-masing.(*)

Penulis: Fernando|Editor: Ucu Rahman

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.