ATB Bingung Pernyataan BP Batam, Tak Mau Tahu Jika Konsekuensinya Nanti Lebih Parah

Intake IPA Tanjungpiayu telah turun lebih dari 3 meter akibat menyusutnya level air di waduk Duriangkang. (suryakepri.com/ist)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – PT Adhya Tirta Batam (ATB) akan menjalankan keputusan BP Batam untuk menunda penggiliran air untuk kedua kalinya.

Walaupun dengan penundaan itu ada konsekuensi potensi risiko kandasnya pompa Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjungpiayu.

“Resikonya sangat besar. Tapi kami akan mengikuti instruksi ini,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, Jumat (27/3).

Baca: BP Batam Akan Upayakan Rekayasa Hujan, Proses Lelang Pipa untuk Dam Tembesi Juga Diungkapkan

Baca: Lock Down Malaysia Diperpanjang, TKI di Malaysia Terancam Kelaparan, Minta Presiden Kirim Bantuan

Baca: Khawatir Penyebaran Covid-19, Perempuan Cantik Harus Disemprot Desifektan Sebelum Ditahan di Polres Tanjungpinang

Maria mengatakan, ada beberapa pernyataan BP Batam yang belum tepat dan menimbulkan kebingungan.

Terutama terkait ketersediaan air baku yang diklaim masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Pernyataan tersebut disampaikan tanpa menyertakan data yang memadai terkait berapa lama kondisi waduk Duriangkang dan waduk lain tersebut akan bertahan.

Kondisi saat ini, lebih buruk dibandingkan saat terjadi Elnino tahun 2015.

“Saat terjadi El Nino tahun 2015, IPA Tanjungpiayu tidak terancam kandas. Untuk itu silakan ditafsirkan bagaimana kondisi saat ini,” jelasnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.