Ini Alasan Penutupan Laboratorium Fort Detrick di AS yang Dituding sebagai Sumber Virus Corona

Dua tentara berjaga di gerbang utama Fort Detrick di Frederick, Maryland, AS, tempat Institut Penelitian Medis Angkatan Darat AS untuk Penyakit Infeksi berada. (Foto oleh Alex Wong / Getty Images)
Dua tentara berjaga di gerbang utama Fort Detrick di Frederick, Maryland, AS, tempat Institut Penelitian Medis Angkatan Darat AS untuk Penyakit Infeksi berada. (Foto oleh Alex Wong / Getty Images)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Apa alasan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menutup laboratorium militer Fort Detrick?

Laboratorium militer Fort Detrick di Maryland, AS, merupakan Institut Penelitian Penyakit Menular yang dikelola Angkatan Darat AS.

Di hari-hari terakhir sebelum fasiltas itu ditutup, para peneliti AS sedang mengerjakan proyek multi-years untuk mengembangkan terapi berbasis antibodi terhadap empat virus mematikan.

Proyek ini dipimpin oleh Fakultas Kedokteran Albert Einstein, di bawah Montefiore Medical Center, dimana mereka memperoleh dana penelitian sebesar $US 22 juta (sekitar Rp308 miliar) pada bulan April 2019.

Mapp Biopharmaceutical Inc., University of Texas di Austin dan Adimab LLC juga merupakan mitra dalam proyek ini.

Menurut laporan News-Post, laboratorium militer itu telah offline sejak Juli tahun lalu, setelah disurati Centers for Disease Control and Prevention (CDC) usai melakukan tujuh kali inspeksi pada bulan Juni. (Hasil Inspeksi di bagian terakhir artikel ini).

Randall Culpepper, direktur HealthCare Connection and Preparedness di Frederick County Health Department, diberitahu mengenai penutupan dan penghentian operasional fasilitas tersebut melalui surat sekitar pertengahan Juli.

United States Army Medical Research Institute of Infectious Diseases (USAMRIID) atau Institut Penelitian Medis Angkatan Darat Amerika Serikat tentang Penyakit Menular, yang mengelola laboratorium tersebut telah berupaya memenuhi persyaratan yang diminta CDC, namun hingga kini lembaga tersebut belum memberikan izin untuk kembali melakukan penelitian yang tertunda.

Tujuan dari proyek lima tahun yang sedang dikerjakan adalah menciptakan obat untuk mengobati virus demam berdarah Krimea-Kongo, virus Andes, virus Sin Nombre, dan virus Puumala, yang sampai sekarang tidak memiliki vaksin atau obat yang disetujui untuk digunakan pada manusia.

Virus demam berdarah Krimea-Kongo termasuk dalam daftar agen dan toksin Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS.

Tidak ada seorangpun di Fakultas Kedokteran Albert Einstein yang dapat menjawab pertanyaan tentang penutupan riset USAMRIID.

Proyek Albert Einstein hanyalah salah satu dari banyak proyek yang sedang dikerjakan oleh para ilmuwan di USAMRIID.

Pada bulan Maret, USAMRIID mengumumkan bahwa Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui penggunaan hewan untuk membantu pengembangan remdesivir, yang digunakan untuk mengobati Ebola.

Remdesivir dikembangkan oleh Gilead Sciences Inc., dengan bantuan dari USAMRIID dan CDC.

USAMRIID juga merupakan bagian dari proyek senilai $ 11,7 juta dengan Tasso Inc., Ceres Nanosciences, dan George Mason University untuk menciptakan platform pengawasan universal untuk wabah penyakit menular, yang diumumkan pada bulan September 2017.

Masalah Keamanan Nasional 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.