Amerika Bisa Kehilangan 200 Ribu Jiwa, Bahkan 2,2 Juta Jika…

Dr. Deborah Birx, koordinator respons coronavirus Gedung Putih, memberi penjelasan menggunakan sebuah grafik sementara Presiden Donald Trump mendengarkan ketika mereka berbicara tentang wabah virus corona (Foto: Alex Brandon/AFP via euronews)
Dr. Deborah Birx, koordinator respons coronavirus Gedung Putih, memberi penjelasan menggunakan sebuah grafik sementara Presiden Donald Trump mendengarkan ketika mereka berbicara tentang wabah virus corona (Foto: Alex Brandon/AFP via euronews)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

WASHINGTON DC, SURYAKEPRI.COM – Koordinator respons virus corona Gedung Putih memperingatkan pada hari Senin bahwa Amerika Serikat bisa kehilangan 200 ribu jiwa akibat wabah yang sedang berlangsung “jika gagal melakukan langkah-langkah secara sempurna.”

Hingga saat ini, Rabu (1/4/2020), John Hopkins mencatat AS memiliki 189,633 kasus positif Covid-19 dimana sudah 4,081 orang meninggal dunia. Itu sudah jauh melampaui China, baik dari jumlah infeksi maupun kematian.

Pada hari Selasa, koordinator, Dr. Deborah Birx, menunjukkan bagaimana timnya membuat proyeksi suram itu.

Dalam briefing gugus tugas, Gedung Putih menawarkan pandangan pertama pada model statistik yang digunakan untuk mengantisipasi bagaimana virus dapat menyebar di seluruh AS, dan apa yang mendorong Presiden Donald Trump untuk memperluas langkah-langkah social distance hingga 30 April.

Epidemiolog, yang mempelajari penyebaran penyakit menular, mengandalkan data yang dikumpulkan tentang penyakit yang dikombinasikan dengan analisis statistik untuk membuat model prediksi hasil yang berbeda untuk mengetahui cara terbaik untuk menangani wabah.

Salah satu model yang dikembangkan oleh para peneliti di Imperial College London dan diterbitkan pada 17 Maret menyatakan bahwa tanpa langkah-langkah mitigasi, virus corona dapat menyebabkan 2,2 juta kematian di AS.

Itu sepenuhnya skenario hipotetis, karena mengasumsikan bahwa semua lembaga pemerintah akan mengabaikan virus, dan tidak akan mengambil langkah-langkah, seperti isolasi sosial, untuk mengurangi penyebarannya.

Meskipun demikian, temuan-temuan mencolok itu dilaporkan sebagai salah satu yang pertama yang mendorong pihak berwenang Amerika untuk mengambil tindakan drastis.

Menurut Birx, angka terbaru dari Gedung Putih adalah menggabungkan model Imperial College London dengan setengah lusin model lain dari tim epidemiologi terkemuka di seluruh dunia.

Proyeksi model ini diluncurkan Selasa dan menunjukkan pandemi virus corona dapat menyebabkan 100.000 hingga 240.000 kematian di Amerika Serikat pada pertengahan Juni, bahkan dengan langkah-langkah mitigasi yang ketat selama 30 hari ke depan.

Trump Tanggapi Serius 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.