Perawat di Batam Curhat: Istirahat 15 Menit Saja Sudah Bersyukur

Para perawat yang menangani pasien corona beristirahat sejenak di tengah pengabdiannya melawan corona.(suryakepri.com/ist)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

“Bisa tidur selama 15 menit saja dalam sehari shift itu, juga sudah sangat bersyukur saya mas,” ujar Pita salah satu perawat di Gedung Kirana RSUD Embung Fatimah Batam.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Menjadi tenaga medis memang tak mudah, apalagi di tengah pandemi covid-19 yang mewabah saat ini.

Sebagai petugas yang ada di garda terdepan, fokus tenaga medis terpusat pada penanganan pasien yang terjangkit dan yang berisiko terjangkit.

Tak hanya itu, berbagai cobaan pun harus dihadapi oleh tenaga medis khususnya para perawat.

Kepada Suryakepri.com, sejumlah perawat di RSUD Embung Fatimah Batam mencurahkan perasaan dan kisahnya.

Baca: Bikin Merinding, Begini Perjuangan Tim Medis di RSUD Embung Fatimah Batam

Baca: Ada Helikopter Sebar Sesuatu dari Udara di Batam, Warga pun Berebut

Baca: RSUD Embung Fatimah Akui Layanan Belum Maksimal Karena Kurangnya Fasilitas

Di antaranya mereka mengakui selama pandemi mulai menyerang Batam, istirahat menjadi sesuatu hal yang sangat berarti bagi mereka.

“Bisa tidur selama 15 menit saja dalam sehari shift itu, juga sudah sangat bersyukur saya mas,” ujar Pita salah satu perawat di Gedung Kirana RSUD Embung Fatimah Batam, Kamis (02/04/2020) saat dihubungi.

Sebagai salah satu tenaga medis di rumah sakit rujukan, Pita mengakui harus meninggalkan anak dan keluarga sejak ditunjuk sebagai salah satu staf medis.

Terhitung hingga hari ini, Pita sudah 28 hari tidak dapat menemui keluarga dab anaknya yang ada di kediaman mereka.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.