Penumpang Makin Sepi, Pengusaha Kapal Ferry di Karimun Mulai Kewalahan Bayar Gaji Karyawan

Ilustrasi, kapal penumpang tujuan Lingga saat sandar di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang (Foto: Suryakepri.com/Muhammad Bunga Ashab)
Ilustrasi, kapal penumpang tujuan Lingga saat sandar di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang (Foto: Suryakepri.com/Muhammad Bunga Ashab)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Wabah Covid-19 semakin memukul perusahaan kapal penyeberangan, dimana mereka mulai terseok-seok akibat sepinya penumpang.

Sejumlah pengusaha kapal ferry di Karimun, Kepulauan Riau, mulai kewalahan membayar gaji karyawannya.

Seperti yang diungkapkan Ketua Asosiasi Pengusaha Kapal Nasional Indonesia (INSA) Kabupaten Karimun, Bustami Datuk Raja Marah.

“Makin pusing kami sekarang, penumpang makin hari makin sepi saja. Bayar gaji karyawan saja tak tau bagaimana ini,” kata Bustami kepada Suryakepri.com, Jumat (3/4/2020) sore.

Bustami mengatakan, saat ini ada dua opsi wacana agar perusahaan tetap beroperasi.

Dua wacana itu antara merumahkan karyawan atau memotong gaji karyawan hingga 50 persen sampai situasi benar-benar pulih.

“Dua opsi itu baru wacana. Kita lihat bagaimana ke depannya,” kata Bustami.

Bustami mengatakan, penumpang dari hari ke hari semakin sepi saja.

Kapal domestik tujuan ke sejumlah daerah kehilangan penumpang hingga mencapai angka 70 persen.

“Satu kapal isinya cuma 25 sampai 30 orang,” kata Bustami.

Akibatnya pengusaha kapal ferry domestik di Karimun terpaksa memangkas jadwal keberangkatan dari 6 trip kini hanya 2 trip ke Batam.

“Miko 2 trip ke Sekupang, Dumai Line 2 trip ke Sekupang, Oceanna ke Harbour Baya juga 2 trip sekarang,” kata Bustami.

Rute Singapura Sudah Stop

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.