Saturday, June 15, 2024
HomeLainnyaInternasionalTutup Hampir Semua Tempat Kerja, PM Singapura: Saatnya Kita Membuat Langkah Tegas

Tutup Hampir Semua Tempat Kerja, PM Singapura: Saatnya Kita Membuat Langkah Tegas

spot_img

SINGAPURA, SURYAKEPRI.COM – Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengatakan, saatnya bagi negara itu untuk membuat “langkah tegas” di tengah meningkatnya infeksi Covid-19.

PM Lee mengatakan hal tersebut dalam pidatonya pada Jumat (3/4/2020) sore.

Langkah tegas dimaksud adalah menutup sebagian besar tempat kerja di seluruh pulau serta menerapkan proses belajar di rumah untuk sekolah-sekolah selama satu bulan.

PM Lee mengungkapkan bahwa langkah-langkah tersebut merupakan hasil rapat dengan satuan tugas multi-kementerian yang menangani COVID-19.

“Ketika situasi berkembang selama beberapa minggu terakhir, kami telah memperketat langkah-langkah kami untuk menjaga jarak secara progresif,” katanya.

“Warga Singapura telah merespons dengan baik, tenang dan bertanggung jawab, dan membuat penyesuaian dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan bekerja bersama, kita telah mengendalikan wabah. ”

“Tetapi melihat trennya, saya khawatir bahwa kecuali kita mengambil langkah lebih lanjut, segalanya akan semakin buruk secara bertahap atau kelompok besar lainnya mungkin mendorong situasinya melewati batas,” katanya.

“Kami telah memutuskan bahwa alih-alih pengetatan secara bertahap selama beberapa minggu ke depan, kita harus mengambil langkah tegas sekarang, untuk mencegah melonjaknya infeksi.”

“Karena itu kami akan menerapkan langkah-langkah yang jauh lebih ketat. Ini seperti memutuskan arus.”

Sebagian besar tempat kerja, dengan pengecualian layanan esensial dan sektor ekonomi utama, akan ditutup, kata Lee.

“Perusahaan makanan, pasar dan supermarket, klinik, rumah sakit, utilitas, transportasi dan layanan perbankan utama akan tetap terbuka. Mereka adalah layanan penting,” tambah Lee.

“Kita juga tidak boleh mengganggu sektor ekonomi yang strategis atau merupakan bagian dari rantai pasokan global. Orang-orang yang bekerja di industri-industri ini dapat terus bekerja, dengan langkah-langkah menjaga jarak aman. Tetapi sebagian besar tempat kerja lainnya harus ditutup. ”

Langkah ini akan memastikan bahwa sebagian besar tenaga kerja Singapura tetap tinggal di rumah dan membatasi interaksi fisik mereka dengan sesedikit mungkin orang, tambah Lee.(*)

Penulis/Editor: Eddy Mesakh | Sumber: Channel News Asia

 

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER