Takut dan Putus Asa, Begini Nasib Para Penjaja Cinta Semalam di Thailand

Red-light districts from Bangkok to Pattaya. (Youtube)
Red-light districts from Bangkok to Pattaya. (Youtube)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BANGKOK, SURYAKEPRI.COM – Pandemi Covid-19 telah membuyarkan pesta dan memaksa para penjaja cinta semalam, seperti Pim, keluar dari bar untuk menyusuri jalan-jalan sunyi. Dia juga takut, tetapi sangat membutuhkan pelanggan untuk membayar sewa.

Red-light districts dari Bangkok ke Pattaya menjadi sepi manakala klub malam dan panti pijat harus ditutup dan turis dilarang masuk ke negara itu.

Situasi itu telah menyebabkan sekitar 300.000 penjaja cinta keluar untuk mencari pelanggan, beberapa nekat turun ke jalan-jalan siap menghadapi risiko, termasuk ancaman virus corona.

“Saya takut virus, tetapi saya perlu mencari pelanggan untuk bisa membayar [sewa] kamar dan biaya makan,” ujar Pim, seorang penjaja cinta transgender berusia 32 tahun kepada AFP di sebuah daerah di Bangkok.

Daerah itu biasanya diterangi lampu neon dari bar dan rumah bordil, tetapi kini gelap.

Sejak Jumat, Thailand sudah berada di bawah jam malam, dimulai pukul 10 malam sampai jam 4 pagi. Bar dan restoran sudah tutup beberapa hari sebelumnya.

Banyak penjaja cinta di Bangkok memiliki pekerjaan di bar-bar yang relatif aman, bekerja hanya untuk status tetapi rela diajak pergi oleh pelanggan.

Ketika tempat kerja mereka tiba-tiba ditutup, sebagian besar pulang sembari menunggu krisis ini berakhir.

Pemerintah mengatakan siap memberlakukan jam malam 24 jam jika perlu untuk mengendalikan virus yang telah menginfeksi lebih dari 2.000 orang dan membunuh 23 orang di Thailand, menurut angka resmi.

Pim membayar mahal akibat pembatasan pergerakan. Sudah 10 hari dia tidak mendapatkan seorang pelanggan pun, sementara tagihannya menumpuk.

Temannya, Alice, pekerja seks transgender lainnya, juga terpaksa pindah dari bar go-go ke pinggir jalan.

“Saya dulu menghasilkan uang yang layak, kadang-kadang $ 300-600 seminggu,” kata Alice.

“Tetapi ketika bisnis ditutup, penghasilan saya juga macet. Kami melakukan ini karena kami miskin. Jika kami tidak dapat membayar hotel kami, mereka akan mengusir kami.”

Berisiko Tinggi

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.