Dari Penjara ISIS Terbesar di Dunia: “Kami Sekarat Seperti Lalat”

Para kombatan ISIS di dalam ruang kelas yang dimodifikasi menjadi penjara di Suriah. (Foto: Haaretz)
Para kombatan ISIS di dalam ruang kelas yang dimodifikasi menjadi penjara di Suriah. (Foto: Haaretz)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

HASAKAH, SURYAKEPRI.COM – Terjadi kerusuhan dalam sebuah penjara yang menahan sekitar 5.000 militan ISIS. Mereka ditahan di sebuah gedung sekolah yang dijadikan penjara di timur laut Suriah.

Kerusuhan terjadi pada hari Minggu (5/4/2020),telah menimbulkan ketakutan baru tentang fasilitas tersebut, di mana tidak ada jarak sosial di antara para tahanan.

Kini muncul desakan dari sejumlah orang di Amerika Serikat agar para tahanan dibebaskan dari penjara yang penuh sesak karena mereka bisa mati akibat virus corona.

Namun, bukan keputusan mudah untuk membebaskan karena mereka bukan tahanan biasa. Itu adalah sekitar 5.000 pejuang ISIS. Sebagian besar dari mereka ditangkap pada musim semi lalu saat Pertempuran Baghuz, yang merupakan posisi terakhir faksi Negara Islam tersebut.

Pernah terjadi kerusuhan di penjara ini pada Minggu, 29 Maret, ketika tahanan berhasil merusak pintu sel kemudian menembus dinding sel bagian dalam.  Pesawat koalisi yang dipimpin AS pun ikut membantu menjaga semalam hingga hari Senin.

Beberapa tahanan berhasil melarikan diri, tetapi mereka kemudian dijemput oleh polisi setempat.

Bidikan kamera keamanan yang disiarkan oleh stasiun TV lokal menunjukkan para pria berbaju tahanan warna oranye menyampaikan di depan kamera. Mereka menuntut penghormatan atas hak asasi mereka.

Tidak jelas apakah kerusuhan itu terkait langsung dengan ketakutan pada COVID-19. Namun, mengingat kepadatan yang berlebihan dan kurangnya akses ke perawatan kesehatan, wabah virus corona bisa sangat menghancurkan.

“Kami bertanya kepada pasukan Kurdi berminggu-minggu yang lalu, apakah mereka memiliki rencana darurat untuk penanganan virus corona terhadap tahanan ISIS. Mereka mengatakan itu tidak ada dalam agenda mereka,” kata seorang pejabat keamanan Eropa kepada media Israel, Haaretz, Senin (6/4/2020).

Dan ketika Haaretz mengunjungi penjara tersebut pada akhir Desember, para pejabat sudah mengungkapkan bahwa penjara tersebut tidak cocok untuk penahanan jangka panjang.

“Seperti halnya semua penjara atau fasilitas penahanan, ada risiko dipenjara,” kata juru bicara koalisi yang dipimpin AS pada saat itu.

“Sebagian besar fasilitas bergiliran dan tidak cocok untuk penahanan jangka panjang. Perlu solusi jangka panjang untuk kombatan ISIS yang ditahan, harus menjadi prioritas bagi masyarakat internasional,” kata seorang juru bicara.

Pemberontakan penjara hari Minggu sekali lagi menyoroti masalah yang mayoritas masyarakat internasional mungkin akan memilih untuk mengabaikan: Apa yang harus dilakukan dengan ribuan pejuang ISIS asing di Suriah.

“Kami Sekarat Seperti Lalat”  

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.