Pelaku UMKM Dapat Penundaan Bayar Kredit KUR/UMi Selama 6 Bulan

KUR menunggak hingga miliaran rupian di Karimun.(ist)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM  – Pemerintah memberi kelonggaran kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan Menengah (UMKM) penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) berupa penundaan pembayaran kredit selama 6 bulan.

Pemerintah mengeluarkan kebijakan penundaan pembayaran angsuran pokok dan bunga selama 6 bulan.

Keringanan itu diberikan mengingat pembatasan sosial dan pembatasan fisik yang diterapkan pemerintah untuk mengurangi risiko penyebaran COVID-19 telah memukul dunia usaha, termasuk pelaku UMKM.

Total pagu pokok yang ditunda pembayarannya sebesar Rp64,868 triliun dan untuk tambahan anggaran subsidi, pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp6,1 triliun.

Kepada debitur existing KUR (Kredit Usaha Rakyat), sebanyak 11,9 juta debitur aktif (hingga 29 Februari 2020), penundaan ada Rp68 triliun pokok dan bunga yang tidak disetor ke Lembaga Keuangan nantinya selama 6 bulan.

“Untuk KUR ada Rp68 triliun pokok dan bunga yang tidak disetor ke Lembaga Keuangan, berarti uang ini masih bergulir di masyarakat. Diharapkan dapat menciptakan kegiatan ekonomi yang positif,” ungkap Dirjen Perbendaharaan, Andin Hadiyanto pada Rabu, (8/4/2020) di Jakarta melalui video conference mengenai bantuan sosial (bansos) bersama Dirjen Anggaran Askolani dan Dirjen Perimbangan Keuangan Astera Prima.

Keringanan penundaan pembayaran cicilan juga diberikan kepada UMKM yang mendapatkan dana pinjaman melalui Kredit Ultra Mikro (UMi) untuk 10,4 juta debitur yang mendapatkan kreditnya melalui lembaga penyalur UMi yang ditunjuk oleh Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yaitu Mekaar, Koperasi, dan online.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.