Peringatan WHO: Buru-buru Longgarkan Penguncian Bisa Berakibat Fatal

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus pada konferensi pers hari Jumat. Badan kesehatan PBB telah meningkatkan risiko global dari coronavirus ke tingkat tertinggi. Foto: AFP via scmp
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus pada konferensi pers hari Jumat. Badan kesehatan PBB telah meningkatkan risiko global dari coronavirus ke tingkat tertinggi. Foto: AFP via scmp
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JENEWA, SURYAKEPRI.COM – Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan para pemimpin negara-negara di dunia untuk tidak buru-buru melonggarkan penguncian (lockdown). Langkah ceroboh akan berakibat sangat fatal.

Menurut WHO, melonggarkan pembatasan terlalu dini bisa menyebabkan gelombang kedua infeksi virus corona yang sangat berbahaya.

Badan yang bertanggung jawab untuk memimpin respons kesehatan global itu telah mengimbau negara-negara untuk tetap waspada, terlepas dari kenyataan bahwa ekonomi global sedang menderita akibat penguncian ini.

Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa dengan merilekskan beberapa tindakan perlindungan mereka, bagian-bagian dunia yang paling parah seperti Italia dan Spanyol dapat mendorong “kebangkitan mematikan” oleh infeksi virus corona.

“Mencabut pembatasan terlalu cepat dapat menyebabkan kebangkitan yang mematikan,” kata Dr Ghebreyesus. “Jalan menurun bisa sama berbahayanya dengan jalan mendaki, jika tidak dikelola dengan baik.”

Dia berbicara pada konferensi pers reguler  secara virtual dari Jenewa, Swiss, bahwa WHO bekerja bersama pemerintah-pemerintah untuk menyusun strategi yang efektif untuk mengurangi pembatasan, tetapi ini harus menggunakan pendekatan yang sangat berhati-hati.

Pembukaan Bisnis

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.