Dua Pertiga Pasien Covid-19 Sembuh Setelah Disuntik Obat Ini

Bulan lalu Gilead dengan tajam membatasi program penggunaan remdesivir karena alasan kemanusiaan dan sedang melakukan uji klinis sendiri terhadap obat antivirus, dengan hasil yang diharapkan dalam beberapa minggu mendatang.

Para peneliti di China serta Institut Kesehatan Nasional AS juga menguji obat untuk pasien Covid-19.

Analisis terbaru mencakup pasien di Amerika Serikat, Eropa, Kanada, dan Jepang yang menerima percobaan 10 hari menggunakan remdesivir intravena.

Sebelum perawatan, 30 pasien menggunakan ventilator mekanik, dan empat pasien menggunakan mesin yang memompa darah dari tubuh pasien melalui oxygenator buatan.

Setelah rata-rata perawatan selama 18 hari, kondisi 36 pasien (68%) dari 53 pasien menunjukkan peningkatan dengan dukungan oksigen, termasuk 17 dari 30 pasien yang sebelumnya memakai ventilator dapat dibebaskan dari alat bantu pernapasan itu.

Dari 53 pasien, sebanyak 25 (47%) dipulangkan dari rumah sakit. Tujuh pasien (13%) meninggal dunia. Angka kematian sebesar 13 persen itu lebih baik dibandingkan 17 hingga 78 persen kematian pasien yang sakit parah di China.

Tetapi dilaporkan pula bahwa 12 pasien (23%) mengalami efek samping serius, termasuk sindrom multi fungsi organ, syok septik, dan masalah ginjal akut.

“Kami menantikan hasil uji klinis terkontrol yang berpotensi untuk memvalidasi temuan ini,” tulis Dr Jonathan Grein, penulis utama makalah dan direktur epidemiologi rumah sakit di Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles.

Paul Goepfert, seorang spesialis penyakit menular di Universitas Alabama, Birmingham, yang tidak terlibat dalam penelitian ini mengatakan, “Ini masih merupakan obat yang menjanjikan, tetapi tidak secara definitif membuktikan apa pun.”

Menurutnya, sulit menafsirkan angka kematian 13 persen untuk pasien rawat, karena secara keseluruhan, tingkat kematian pasien akibat virus corona sekitar 2 persen.

Seorang sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan di Bloomberg School of Public Health, Universitas Johns Hopkins, Amesh Adalja, menyebut hasil itu “menggembirakan,” tetapi mengingatkan bahwa itu masih sebatas perspektif.
Mengenal Remdesivir