Pasien Corona di Batam Meninggal Saat Kehabisan Ruang Rawat, Anggota DPRD Kepri Pertanyakan SOP Koordinasi

Sugianto SH, anggota Komisi 4 DPRD Kepri (paling kanan) saat meninjau kesiapan tim medis di Puskesmas-puskesmas di Batam, Rabu (1/4).(suryakepri.com/ist)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Kasus meninggalnya pasien corona nomor 11 di Batam karena alasan penuhnya ruangan rumah sakit rujukan, memantik rasa prihatin masyarakat Kepri.

Kesiapan Pemerintah Daerah dalam menangani kasus pandemi covid-19 di Kepri dipertanyakan.

Kasus Nomor 11 positif Covid-19 di Batam  menghembuskan nafas terakhir tanpa sempat menerima perawatan di rumah sakit rujukan yang ditunjuk.

Baca: Pasien Sudah Sekarat, Tapi Dua RS Rujukan di Batam Penuh, Akhirnya Dia Meninggal

Baca: BREAKING NEWS: Pasien No 11 yang Meninggal di Batam Baru Datang dari Bandung

Baca: UPDATE Kasus Corona di Kepri 13 April, 27 Positif Salah Satunya Wali Kota Tanjungpinang, 28 Reaktif

Para dokter di sebuah rumah sakit swasta di kawasan Batam Center yang merawat pasien Nomor 11, berupaya merujuknya ke rumah sakit rujukan Covid-19.

Namun, kabarnya, dua rumah sakit rujukan yang ada semuanya sedang penuh.

Mengenai hal ini sumber terpercaya di stakeholders berwenang menyebut bahwa hal itu karena kooredinasi yang tidak maksimal, sesuai SOP yang ada.

Koordinasi hanya setingkat petugas IGD dan mandeg di situ, sehingga rujukan pasien terlambat.

Tim Gugus Tugas membenarkan adanya kondisi pasien yang semakin melemah.

“Karena kondisinya terlihat semakin melemah, tim medis mengupayakan rujuk ke rumah sakit rujukan, namun tidak mendapatkan tempat, mengingat semua rumah sakit rujukan sudah penuh”.

“Selanjutnya yang bersangkutan dirawat di ruang isolasi rumah sakit swasta tersebut,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Batam, Azril Apriansyah, Senin (13/4/2020).

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.