[VIDEO] Masih Bandel Tak Mau Pakai Masker? Beginilah Virus Corona Melayang di Sekitar Wajah Anda

Micro droplet atau droplet berukuran sangat kecil bisa melayang dan dapat bertahan lama di udara. Micro droplet inilah yang membawa virus corona untuk kemudian masuk ke dalam tubuh orang lain melalui pernapasan. (Foto: captured NHK TV @Youtube.
Micro droplet atau droplet berukuran sangat kecil bisa melayang dan dapat bertahan lama di udara. Micro droplet inilah yang membawa virus corona untuk kemudian masuk ke dalam tubuh orang lain melalui pernapasan. (Foto: captured NHK TV @Youtube.

Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Jika bisa dilihat dengan mata telanjang, kita akan melihat virus corona melayang di udara, mengitari kepala dan tubuh kita. Ada yang terhirup masuk melalui hidung dan mulut, kemudian menginfeksi dan merusak paru-paru.

Masih sangat banyak orang bandel enggan mengenakan masker saat berada di tempat umum. Orang-orang kepala batu ini sangat membahayakan keselamatan dirinya dan orang lain di sekitarnya.

Sebuah eksperimen visual oleh peneliti Jepang menggunakan kamera berkecepatan tinggi dan beresolusi sangat tinggi, mungkin akan membuat orang-orang yang masih menyayangi nyawa mereka untuk mulai mengenakan masker.

Sementara itu, sebuah studi baru, yang dilaporkan Jerusalem Post, Minggu (12/4/2020), mengungkapkan bahwa virus corona (SARS-CoV-2) dapat menyebar di udara sejauh 4 meter. Itu dua kali lebih jauh dari jarak [social distancing] yang saat ini direkomendasikan, yakni satu meter antar-individu.

Penelitian tersebut, yang dilakukan oleh para ilmuwan di Akademi Ilmu Kedokteran Militer Beijing, menguji sampel udara dan permukaan dari ICU dan bangsal perawatan virus corona di Rumah Sakit Huoshenshan di Wuhan, kota di provinsi Hubei, yang merupakan tempat di mana virus ini pertama kali meledak.

Menurut penelitian tersebut, virus ini sangat terkonsentrasi di lantai bangsal, yang bisa jadi karena “gravitasi dan aliran udara yang menyebabkan sebagian besar tetesan virus melayang ke tanah,” lapor AFP.

“Selanjutnya, setengah dari sampel menempel pada sol sepatu staf medis ICU yang diuji positif,” kata penelitian itu.

“Karena itu, sol sepatu staf medis mungkin berfungsi sebagai pembawa.”

Area lain dengan konsentrasi tinggi termasuk permukaan yang sering disentuh seperti mouse komputer, rel tempat tidur, kenop pintu, dan tong sampah.

The Hill melaporkan, studi penularan melalui udara masih kontroversi, merujuk pada studi sebelumnya yang dilakukan oleh MIT yang menyebut virus ini mampu melayang sejauh 7 – 11 meter.

Micro droplet atau droplet berukuran sangat kecil bisa melayang dan dapat bertahan lama di udara. Micro droplet inilah yang membawa virus corona untuk kemudian masuk ke dalam tubuh orang lain melalui pernapasan. (Foto: captured NHK TV @Youtube.<br /> <br />
Micro droplet atau droplet berukuran sangat kecil bisa melayang dan dapat bertahan lama di udara. Micro droplet inilah yang membawa virus corona untuk kemudian masuk ke dalam tubuh orang lain melalui pernapasan. (Foto: captured NHK TV @Youtube.

Ahli penyakit menular terkemuka AS Dr. Anthony Fauci mengecam penelitian itu sebagai “menyesatkan.”

Menurut Fauci, penelitian MIT tidak tepat. Menurutnya, orang harus bersin dengan sangat kuat untuk membuat droplet terlontar sejauh itu.

Laporan sebelumnya telah membuktikan kemungkinan teoretis dari transmisi aerosol virus – merujuk pada partikel tetesan yang tersisa di udara selama beberapa jam, yang biasanya tidak terjadi dalam kasus bersin dan batuk –  tetapi tidak jelas seberapa menular jumlah virus yang lebih kecil ini.  Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)  meremehkan risiko penularan aerosol.

Memang, ini tercermin oleh staf medis di rumah sakit di Wuhan, yang menurut penelitian ini, sepenuhnya bebas dari infeksi, yang menunjukkan bahwa tindakan yang tepat dapat secara efektif mencegah infeksi.

Uji Visual Peneliti Jepang 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.